Membaca Kritis Berbasis Kolaboratif Secara Online

user
Agusigit 03 Oktober 2022, 19:41 WIB
untitled

Oleh:

Dedi Rahman Nur, M.Pd

https://sites.google.com/uwgm.ac.id/dedirahmannur

Penulis adalah Dosen Universitas Widya Gama Mahakam dan sedang melanjutkan S3 di Universitas Negeri Yogyakarta.

 

Penting nya membaca di era teknologi sekarang masih lah sangat penting, apalagi seperti yang kita ketahui tingkat membaca di negara Indonesia dari data PISA masih sangat rendah. PISA merupakan salah satu program dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang menilai beberapa keterampilan siswa usia 15 tahun di dunia pada 72 negara, salah satunya adalah kemampuan literasi. Kemampuan membaca menjadi salah satu subjek utama mereka yang di laporkan pada tahun 2018. PISA juga mengamati kemampuan tes membaca atau literasi secara online secara dua decade terakhir, dengan data dari 2009, 2012,2015, dan 2018 terlihat tidak ada peningkatan yang significant dalam kemampuan membaca siswa Indonesia.

Hal tersebut semakin di tambah dengan makin malas nya para generasi sekarang untuk membaca buku di karenakan mereka telah merasa mendapatkan banyak informasi yang dengan cepat mereka dapatkan secara online. Informasi-informasi tersebut dapat mereka dapatkan baik melalui website maupun social media, yang berimbas dengan perubahan kebiasaan mereka dalam membaca dan memproses makna dari isi informasi yang mereka terima tanpa lebih menganalisa lebih dalam kebenaran informasi nya. Perubahan tersebut juga terdapat dari penelitian Akarsu & Darıyemez, (2014) dan Wolf et al., (2012) yang menemukan terkait perubahan paradigma dalam membaca.

Perubahan paradigma tersebut juga dapat berimbas dengan makin marak nya menerima informasi yang tidak valid atau “HOAX” karena tidak di cerna nya secara mendalam informasi-informasi yang di dapat secara Online tersebut. Untuk menghindari hal tersebut, kemampuan membaca secara kritis masih sangat di perlukan, karena menurut penelitian dari Larking, (2017) membaca kritis dapat membantu untuk mendeteksi tujuan penulis , aspek persuasif dan bias nya suatu informasi atau text.

Peran para Pengajar dalam hal tersebut masih lah sangat penting untuk dapat memberikan petunjuk agar para Pelajar tidak terjebak dalam menerima informasi yang mereka dapatkan secara online. Di era tidak dapat di stop nya teknologi yang dengan cepat memberikan informasi, para pengajar harus dapat menjadi fasilitator dengan skill menavigasi sumber-sumber yang ada. Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat Brown (2006) bahwa Guru harus menjadi navigator, pemandu, dan meningkatkan kemampuan mereka, karena belajar di era masa depan adalah tentang mengarungi samudera pengetahuan yang luas.

Para pengajar sebagai navigator dapat menerapkan salah satu skill dari 4C yaitu “Collaboration” atau pembelajaran kolaborasi dalam membaca kritis sebagai salah satu motivasi keaktifan mereka dalam membaca informasi secara detail. Menurut penelitian dari Mart (2019) Peserta didik lebih mampu mengekspresikan reaksi emosional mereka, memperoleh tanggapan mereka, menumbuhkan perspektif mereka untuk memperdalam interpretasi mereka, mengakui pendapat mereka, dan berbagi tanggapan mereka untuk membangun hubungan sosial ketika mereka berpartisipasi dalam kegiatan dan diskusi kolaboratif. 

Pengajar dapat membuat sebuah forum secara Online dengan menggunakan LMS,Google Classroom atau pun berbasis Wordpress dan memberikan bahan bacaan secara online dengan topik yang sedang trend di kalangan mereka. Setelah itu secara kolaboratif mereka dapat bersama-sama menganalisa kebenaran informasi yang ada dengan menerapkan beberapa strategi membaca kritis. Salah satu nya adalah strategi dari Zimmermann & Hutchins, (2003) yang kegiatan nya dapat di lakukan secara kolaborasi, yaitu:

1.         Membangun pengetahuan latar belakang

2.         Menggunakan gambar sensorik

3.         Mempertanyakan dengan menggunakan 5W+H Question

4.         Membuat prediksi dan kesimpulan

5.         Menentukan gagasan utama

6.         Membaca Ulang

7.         Mensintesis

Demikian salah satu strategi yang dapat di gunakan untuk dapat mengembangankan kemampuan membaca kritis pada era di mana informasi dapat berubah setiap saat karena banyak nya sumber yang bisa di dapat secara online dari mana pun. Semoga hal tersebut dapat bermanfaat.

Kredit

Bagikan