Perubahan di Industri Properti dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

user
Ivan Aditya 30 Desember 2022, 21:27 WIB
untitled

Krjogja.com - Industri properti di Indonesia memang tidak ada habisnya. Meskipun lahan yang ada bisa dibilang semakin terbatas, tetapi tetap saja permintaan atas kebutuhan properti seperti rumah, tidak pernah terhenti. Memiliki properti juga masih dianggap sebagai asset yang menguntungkan, sehingga masyarakat masih tertarik untuk menginvestasikan kekayaannya melalui kepemilikan property. Dari data RIPMI (Rumah.com Indonesia Property Market Index) terdapat tren index harga dan suplai property yang meningkat di tahun 2022. Padahal kita tahu bahwa di tahun tersebut Indonesia sedang dilanda pandemic Covid-19, bahkan negara-negara lain di dunia juga mengalaminya. Masyarakat memang terpantau menunda untuk memiliki properti karena guncangan keuangan di awal terjadinya pandemi, tetapi karena kebutuhan akan hunian menjadi sangat penting di masa pandemi, setelah pengelolaan keuangan berhasil stabil, masyarakat tetap tertarik memiliki properti.

Fenomena tersebut cukup menarik untuk dibahas karena pasti ada perubahan yang terjadi di dalam industri propert sendiri di saat masa pandemi. Seperti kita tahu, selama masa pandemi Covid-19 kita menghadapi situasi yang menimbulkan resesi dan peraturan New Normal berupa adanya pembatasan sosial disertai aturan-aturan lainnya. Sebelumnya kita bisa melakukan kegiatan sesuai dengan lokasinya, seperti melakukan pekerjaan di kantor, belajar di lakukan di sekolah dan kegiatan lainnya yang memang memiliki lokasinya sendiri. Namun, karena pandemi, semuanya berubah dan harus dilakukan di dalam rumah. Selain itu, karena batasan-batasan untuk berinteraksi secara langsung, terdapat juga peningkatan dari platform-platform digital yang menjembatani sehingga terjadilah perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh para pelaku di industri properti adalah mengikuti perubahan sesuai situasi dan kondisi yang ada. Para konsumen properti menjadi memiliki perubahan pada perspektif terhadap hunian yang nyaman selama terjadinya pandemi. Hunian tidak hanya tempat beristirahat melainkan juga tempat untuk melakukan segala aktivitas dengan aman dan sehat. Desain rumah yang memiliki sirkulasi udara yang baik serta bisa mendapatkan sinar cahaya matahari menjadi pilihan selama pandemi karena dianggap menjadi hunian yang aman dan sehat dari virus. Selain itu juga, rumah yang dapat mengakomodasi kebutuhan digital juga menjadi pilihan konsumen dalam mencari properti. Smart Home, yaitu rumah yang memiliki fasilitas serba digital juga diminati oleh konsumen karena dianggap tidak memerlukan banyak kontak dengan perabot dan manusia, apa saja yang mau kita lakukan bisa semudah menggunakan gadget saja seperti membuka pagar atau membuka jendela otomatis dan membayar cicilan atau listrik terintegrasi misalnya. Begitupun dengan penyedia properti, developer atau pengembang properti yang menangkap adanya perubahan ini, menyikapi dengan perubahan pada desain dan tipe rumah serta fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Perubahan yang dilakukan oleh para pelaku industri properti merupakan perubahan yang necessary dan penuh dengan paksaan serta tantangan karena kondisi. Sebab, jika tidak melakukan perubahan, maka akan tenggelam dalam situasi perubahan yang cepat selama pandemi. Perubahan pada industri properti bisa berjalan bila bisa mempersiapkan individu-individunya berupa salah satunya percepatan peningkatan kualitas manusia. Seperti kemampuan terhadap penggunaan teknologi baru dan kemampuan menyaring berita terpercaya dan terkini mengenai Covid-19 sehingga bisa memenuhi perubahan dari konsumen di industri ini. Kemudian persiapan berupa optimalisasi kualitas tools atau alat dalam memenuhi kebutuhan fasilitas yang diminati oleh konsumen juga menjadi penentu keberhasilan perubahan di industri properti. Sangat banyak instalasi, perangkat keras, bahan bangunan, serta perabot yang perlu kualitas yang tinggi dan memadai. Hal ini perlu dioptimalisasi agar bisa memenuhi perubahan dimana segala aktivitas dilakukan di rumah sehingga perlu peralatan yang mumpuni untuk bisa mengakomodasi seluruh aktivitas tersebut. Contoh kecilnya seperti pemasangan lampu pintar yang bisa digunakan untuk belajar dan bekerja, tetapi bisa juga untuk harian. Perangkat-perngkat seperti inilah yang juga krusial untuk bisa menghadapi perubahan yang ada.

Tim Penulis:

Raden Roro Adrianida Irma Saleh, SE. (Mahasiswa Magister Manajemen)
Prof. Dr. M. Irhas Effendi, M.Si. (Rektor/Dosen Pengajar)
Dr. Purbudi Wahyuni, MM (Dosen Pengajar)

Prodi Magister Manajemen, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 'Veteran' Yogyakarta

Kredit

Bagikan