Kelincinomics

user
Danar W 06 Januari 2023, 09:55 WIB
untitled

Krjogja.com - TAHUN 2023 dalam kalender China adalah Tahun Kelinci Air yang dimulai pada tanggal 22 Januari 2023 sampai dengan tanggal 9 Februari 2024, ketika memasuki Tahun Naga. Kelinci dalam astrologi Tiongkok melambangkan kesabaran dan keberuntungan. Karakteristik lain kelinci adalah cenderung aktif di malam hari (hewan nokturnal), mata kelinci berada di sisi kiri dan kanan kepala sehingga dapat melihat 360 derajat yang memungkinkan kelinci dapat menyelamatkan diri dengan cepat karena lincah. Berbagai karakteristik kelinci tersebut menjadi analogi bagaimana kondisi ekonomi global tahun 2023 yang diramal akan terjadi resesi namun apabila Indonesia mampu bergerak cepat dengan menyiapkan berbagai strategi maka resesi yang terjadi dapat direspon dengan cepat dan tepat. Kondisi ekonomi global tahun 2023 yang diramal resesi namun Indonesia dinilai mampu merespon dengan cepat dan tepat bagai kelinci yang lincah ketika menyelamatkan diri dalam istilah buzzword disebut dengan Kelincinomics.

Kesiapan Ekonomi Indonesia

Menurut Badrudin (2022), besaran anggaran belanja negara pada APBN 2023 mencapai Rp3.061,2 triliun, yang meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.246,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp814,7 triliun. Defisit APBN tahun 2023 semakin mengecil yaitu sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84%, artinya secara legalitas tidak melanggar peraturan perundangan. Target pendapatan negara 2023 sebesar Rp2.463 triliun yang meliputi perpajakan sebesar Rp2.021 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp441,4 triliun, dan hibah Rp0,4 triliun.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2022 sebesar 134,0 miliar dolar AS yang meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Oktober 2022 sebesar 130,2 miliar dolar AS. Peningkatan posisi cadangan devisa pada November 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerimaan devisa migas. Menurut Bank Indonesia (www.bi.go.id.), posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Optimis Namun Waspada

Agar ekonomi Indonesia pada tahun 2023 yang diprediksi oleh Bank Dunia, Asian Development Bank Outlook, dan Moody’s akan tumbuh masing-masing sebesar 4,8%, 4,8%, dan 4,6% (di bawah asumsi pertumbuhan ekonomi 5,3% (yoy), sesuai kesepakan Pemerintah dan DPR dalam penyusunan APBN 2023, tidak mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah lagi, maka perlu kebijakan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan di Indonesia sebagai sikap waspada dalam merespon ramalan resesi ekonomi tahun 2023 yang terkait dengan krisis pangan, krisis energi, dan potensi krisis keuangan. Menurut penulis, bekal pengalaman bagaimana antarlembaga saling bersinergi dan berkolaborasi menghadapi krisis ekonomi sebagai dampak Pandemi Covid-19 per tahun 2020 hingga 2022 ditambah dengan pondasi ekonomi Indonesia yang cukup kuat merupakan dukungan terhadap sikap optimis. Kebijakan perekonomian Indonesia harus mampu melakukan transformasi ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan yang mendorong sumber-sumber pertumbuhan baru yang lebih berkualitas dan investasi berwawasan lingkungan. (Dr. Rudy Badrudin, M.Si., Dosen Tetap STIE YKPN Yogyakarta, Pengurus ISEI Yogyakarta dan Peneliti Senior PT. Sinergi Visi Utama)

Kredit

Bagikan