Strategi Menghadapi Perubahan Musim dengan Makanan yang Tepat

INDONESIA mempunyai dua musim yaitu musim hujan dari bulan November-April dan musim panas pada bulan Mei-Oktober. Pada bulan-peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau musim kemarau ke musim penghujan sering disebut musim peralihan atau pancaroba. Musim pancaroba berdampak untuk kesehatan seperti mudah terkena influenza, demam, sakit kepala dan lainnya. Gangguan kesehatan ini bisa disebabkan karena perubahan lingkungan, seperti suhu udara panas menjadi dingin atau dingin menjadi panas.

Tubuh harus adaptasi dengan perbedaan suhu lingkungan. Penyeimbangan suhu tubuh atau dikenal homeostatis tubuh. Homeostatis adalah mekanisme tubuh untuk mempertahankan keseimbangan untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Homeostatis memerlukan energi dan ketahanan tubuh yang baik agar. Saat daya tahan tubuh lemah akan mudah untuk diserang mikroorganisme pathogen seperti bakteri, jamur dan virus. Sistem kekebalan dan daya tahan tubuh ini bisa ditingkatkan atau dipertahankan dalam keadaan yang baik dengan konsumsi makanan atau minuman yang mempunyai bioaktif/komponen aktif yang dapat merangsang peningkatan imunitas (imunomodulator). Imunomodulator bekerja dengan menstimulasi mekanisme pertahanan spesifik dan non-spesifik tubuh.

Banyak bahan pangan atau minuman yang berfungsi untuk meningkatkan atau mempertahankan imunitas tubuh,  sebut saja cincau hitam. Cincau hitam (Mesona palustris) atau disebut Janggelan diketahui mempunyai antioksidan tinggi dan bersifat immunomodulatory yang telah diujikan secara in vivo. Senyawa bioaktif cincau hitam meliputi pro-Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin C, polifenol, flavonoid, glikosida saponin, terpenoid dan steroid  serta serat pangan. Cincau berpotensi untuk dikonsumsi saat musim pancaroba yang biasanya untuk dessert.

Ada pula rempah-rempah yang dikenal tumbuh subur di Indonesia dengan beragam berkhasiat seperti: jahe, kunyit, lengkuas, cabai, ketumbar, lada, jahe merah. Rempah-rempah ini banyak mengandung komponen aktif yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Komponen aktif pada rempah contohnya adalah kapsaisin (cabai), eugenol (cengkeh). Gingerol dan zingierol (jahe) kurkumin (kunyit), sinamaldehid (kayu manis) dll. Bahan pangan rempah ini dapat dikombinasikan untuk mendapatkan efek modulasi respon imun yang lebih optimal dan seimbang. Di Indonesia rempah –rempah ini biasa ditambahkan pada makanan (soto, rendang, rica-rica,tongseng, dan lainnya) dan beberapa minuman tradisional (wedang uwuh, bajigur, bandrek, kunyit asam, beras kencur).

UAD

BERITA REKOMENDASI