Cawang Bidik Pengguna Menengah ke Bawah

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Keberadaan baterai sebagai sumber tenaga listrik pada kendaraan memiliki peran yang sangat vital. Dipastikan baterai atau aki akan selalu terpasang dalam suatu motor atau mobil agar kelistrikan kendaraan dapat berfungsi secara normal. Tak heran jika kemudian permintaan akan aki cukup besar seiring dengan tingginya penyebaran penjualan kendaraan di tanah air.

Ada dua jenis aki untuk kendaraan di pasaran saat ini yakni aki kering yang sering disebut aki MF (maintenance free) dan aki basah atau aki konvensional. Kedua baterai ini memiliki kelebihan masing-masing dengan model perawatan yang tentunya berbeda.

Seperti dikatakan Sales Manager PT Gobel Dharma Nusantara, Daniel SW perbandingan pengguna aki MF maupun aki konvensional di tanah air berkisar 30 : 70. Ini artinya peminat aki konvensional cukup tinggi dan pangsa pasar masih terbuka lebar.

“Aki Cawang diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Pengguna aki konvensional ternyata sangat banyak dan ini merupakan pasar yang harus digarap,” kata Daniel saat peluncuran perdana Cawang di distributor resmi ‘Bayak Aki’ kawasan Jalan Solo Yogyakarta, Jumat (14/01/2022).

Menurutnya konsumen saat ini lebih percaya aki konvensional karena perawarannya lebih mudah dan gampang dipantau kondisinya. Berbeda dengan aki MF yang sering membuat pemilik kendaraan kerepotan saat tiba-tiba baterai habis tanpa disertai dengan tanda-tanda akan matinya aki.

Daniel mengungkapkan Cawang sengaja membidik kebutuhan kalangan menengah ke bawah. Harga yang ditawarkan juga sangat kompetitif dengan produk-produk sejenis yang sebelumnya telah ada di pasaran.

Kelebihan dari Cawang yakni platnya sudah premium dan memiliki double sparator. Jadi walau harganya menengah ke bawah, namun kualitas yang dimiliki produk ini akan sejajar dengan sekelas premium.

Cawang menurut Daniel juga sangat bandel serta awet untuk dipasang di kendaraan. Dengan pemakaian secara normal dan perawatan yang baik, Cawang dapat bertahan selama 2 hingga 2,5 tahun.

“Satu yang membuat bangga, yakni Cawang merupakan produksi dalam negeri. Ini sesuai dengan pesan pemerintah untuk selalu mencintai dan mengunakan produk-produk buatan dalam negeri,” imbuhnya.

Daniel optimis kehadiran Cawang dapat merebut pasar aki. Jika kebutuhan aki konvensional di tanah air itu sekitar 22 juta unit, maka Daniel memprediksi Cawang akan mampu meraih 5 persen dari angka tersebut.

Direktur PT Namura Mulya Jaya, Taufik Sebayang menambahkan kebutuhan aki untuk wilayah DIY – Jawa Tengah (Jateng) cukup tinggi. Dalam peluncuran perdana ini saja setidaknya sekitar 5.000 unit telah siap untuk didistribusikan.

“Kami komitmen berkompetisi di pasar, khususnya wilayah DIY Jateng. Walau segmen yang dibidik kalangan menengah kebawah, namun tidak menututp kemungkinan untuk menengah ke atas juga karena produknya lebih unggul di kelasnya,” jelas Taufik. (*)

BERITA REKOMENDASI