HUT IMI ke 114 Tanpa Potong  Tumpeng

WONOSARI, KRJOGJA.com –  Usia  organisasi olahraga otomotif  Ikatan Motor Indonesia  (IMI)  pada  Jumat  (27/3) tepat berusia 114 tahun.  Pada awal  berdirinya,  27 Maret 1906, IMI  sebelumnya mengalami beberapa kali berganti nama.

Pada awal didirikan 27 Maret 1906, IMI  bernama Javasche Motor Club (JMC) yang berkantor di Jalan  Bojong No 153-156 Semarang.  Dalam perkembanganya namanya diubah menjadi Het Koningklije Nederlands Indische Motor Club (KNIMC) . Sejalan dengan tuntunan zaman saat penyerahan kedaulatan dari  Kerajaan Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia , nama KNIMC  berubah lagi menjadi Indonesische Motor Club (IMC). Namun tidak lama  kemudian, IMC ikut diambil oleh  Pemerintah Republik Indonesia   yang dalam hal ini Departemen Perhubungan, sehingga pada tahun 1950 nama IMC berganti nama lagi menjadi Ikatan Motor Indonesia  (IMI).

Kantor  Pusat IMI yang sebelumnya berada di Semarang  ikut dipindah ke Jakarta. “IMI telah mendapat pengakuan dan pengesahan dari Badan Badan Otomotif  Internasional  seperti AIT, FIA, FIM dan  OTA.  Setelah tahun 1968, Kantor IMI Pusat  beberapa kali pindah tempat, hingga akhirnya  saat ini Kantor  IMI Pusat menempati salah satu ruangan  di sayap kanan Stadion Tenis Jalan Pintu I Senayan Jakarta,” ujar  Lukas Kita, Humas  Pengda IMI DIY.

Terpisah  Ketua umum Pengda IMI DIY Eka Sulistyana di Wonosari, Gunungkidul, Minggu (29/3) mengatakan,  pada  ultah  IMI ke-114 tahun 2020 ini, IMI DIY  tidak mengadakan  kegiatan  yang bersifat  berkumpul dan mendatangkan orang banyak, hal itu terkait dengan penyebaran  wabah Korona  (covid-19).

“Jadi pada tahun  ini peringatan IMI, kita tanpa potong tumpeng dan tiup lilin. Semua kegiatan otomotif kita stop dulu, hal itu sudah kita beri tahu dengan  surat  resmi kepada semua klub-klub otomotif  yang berada di bawah naungan IMI DIY,” ujar  Eka.

Lebih lanjut dikatakan,  terkait  dengan wabah  virus korona jenis baru (Covid-19) tersebut,  pada semua klub-klub  otomotif  IMI DIY kita sarankan untuk menjadi relawan  membantu  masyarakat tempat tinggal mereka untuk melakukan  penyemprotan  disinfektan. “Saya hari ini (kemarin) bersama  klub  Motor Tril  Gunungkidul  Jaran Ekstreem Zona Selatan (G-JZES)  juga melakukan  penyemprotan  disinfektan  di dua daerah di Gunungkidul ,” sambungnya.

Eka berharap  event otomotif  di tanah air diprediksi baru bisa bergulir lagi pada Juli 2020. “Itu  harapan kita semua, semoga  Covid-19  cepat berlalu, sehingga  kegiatan otomotif  yang sebelumnya sempat tertunda  dapat menggeliat kembali,” pungkas Eka.  (Rar)

 

BERITA REKOMENDASI