'CB150X Get Lost in Nature', Uji Nyali dan Fisik di Selopamioro

user
Primaswolo Sudjono 29 September 2022, 21:13 WIB
untitled

Krjogja.com - Menjelajahi kawasan wisata dengan sepeda motor yang memang dihadirkan untuk para pecinta touring, Honda CB150X, memberikan pengalaman serba menyenangkan. Sesuai karakter dan performanya, motor ini sangat pantas menemani touring dengan segala aktivitas pendukungnya, seperti climbing, trekking, tubing, hingga canoeing.

Setelah perhelatan Honda CB150X Xscape di kawasan kaki Gunung Merapi, CB150X Jelajah Kota di Candi Ijo, dan CB150X Hangout Nite di Kotabaru, Astra Motor Yogyakarta (AMY) selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas kembali menghadirkan kegiatan bertajuk CB150X Get Lost in Nature, Sabtu (24/9/2022).

"Pada kegiatan sebelumnya kami telah berkolaborasi bersama komunitas dan konsumen Honda. Dalam kesempatan ini, giliran kami mengajak awak media cetak ataupun media online untuk memiliki quality time bersama Honda CB150X. Salah satunya dengan menikmati eksotisme Bukit Selopamioro di Imogiri, Bantul, beserta wisata alternatif yang ada di sana," ujar Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta Thomas Pradu.

Diberangkatkan dari Astra Motor Center Yogyakarta di Jombor, Sleman, bersama dengan Honda CB150X seluruh peserta diajak menjelajahi jalanan Sleman, Yogya, dan Bantul disambung dengan perjalanan menembus lanskap perbukitan dan lembah menuju Bukit Selopamioro yang terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.

Rute ini dipilih untuk memberikan sensasi menyenangkan berkendara bersama Honda CB150X yang dilengkapi fitur-fitur terkini. DNA motor sport adventure touring diimplementasikan dengan kehadiran fitur inverted front suspension, ground clearance yang tinggi, windscreen yang tinggi, hingga tapered handlebar yang menunjang performa dan kenyamanan berkendara di berbagai karakter jalan.

Semakin menambah keseruan seluruh peserta diajak untuk menikmati wisata alternatif yang memacu adrenalin, via ferrata sky climbing yang ada di Bukit Selopamioro. Via ferrata merupakan istilah dalam bahasa Italia dapat diartikan sebagai iron path atau jalur besi. Dalam terjemahan bebas, via ferrata merupakan teknik memanjat dengan mendaki tangga besi yang 'ditanam' di dinding tebing.

Sejarah via ferrata dikaitkan dengan sejarah Perang Dunia I dimana pasukan Italia dan Austria menggunakan jalur via ferrata untuk mendukung pergerakan pasukan di pegunungan yang curam. Menariknya, jalur yang awalnya digunakan pendukung aksi militer di daratan Eropa tersebut saat ini menjadi sebuah wisata alternatif di Indonesia, salah satunya di Selopamioro, Imogiri, Bantul.

"Selain merasakan impresi berkendara bersama Honda CB150X, dalam kesempatan ini kami juga ingin memperkenalkan sebuah wisata alternatif di daerah Bantul yang mungkin belum banyak orang mengetahui keberadaannya. Terlebih, wisata ini cukup unik dan potensial," kata Thomas Pradu.

'KR' pun tidak menyia-nyiakan kesempatan menikmati tantangan wisata adventure kali ini. Setelah touring tipis-tipis, giliran menguji nyali, keberanian sekaligus stamina/fisik dengan via ferrata sky climbing. Selain tebing yang berdiri tegak lurus, bahkan di beberapa spot cenderung menggantung, menuntut peserta harus pandai-pandai mengatur energi. Tangan selain untuk berpegangan, juga harus mengatur tali dan dua harness yang dicantolkan di tangga besi maupun sling (tali kawat) yang tertanam di tebing secara bergantian. Sementara kaki berpijak pada besi dan mendorong badan untuk menaiki tangga besi arah vertikal maupun horizontal.

Saat menghadapi titik-titik yang cenderung menggantung dan harus melangkah secara horizontal menyamping inilah uji nyali dan kemampuan fisik benar-benar diuji. Harus sabar, tenang, sekaligus cekatan memainkan tali dan harness.

Setelah berjuang sekitar satu jam, akhirnya tebing setinggi 80 meter dengan jalur lintasan sepanjang 120 meter berhasil diselesaikan dengan lancar. Sampai puncak Bukit Selopamioro, peserta beristirahat sejenak sebelum dilanjut dengan trekking menuruni perbukitan melalui jalur setapak, dilanjut aktivitas di Sungai Oya berupa tubing dan canoeing menyusuri aliran Sungai Oya yang berair jernih dengan bebatuan di beberapa spot.

Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan, seharian menghabiskan waktu dengan touring, climbing, trekking, tubing, dan canoeing di lokasi yang tidak terlalu jauh dari Kota Yogyakarta. Perjalanan diakhiri dengan touring lagi menuju Panggang Gunungkidul untuk menikmati kuliner khas Gunungkidul, dilanjut perjalanan kembali ke Jombor. (M Nur Hasan)

Kredit

Bagikan