Sepeda Motor Harus Gunakan Jalur Lambat, Ini Alasannya

RJOGJA.com – Belakangan ini di media sosial Yogyakarta sering muncul postingan netizen yang mengeluhkan seringnya pengendara sepeda motor menggunakan jalur yang tidak semestinya, terutama di Jalan Ring Road Yogyakarta. Motor yang seharusnya melaju di jalur lambat, seringkali nekat dipacu di jalur cepat.

Saat kita melaju di jalan protokol atau jalan raya nontol di berbagai daerah, seperti Jalan Ring Road di Yogyakarta, dapat ditemui dua jalur yang berbeda yaitu jalur lambat dan jalur cepat. Kedua jalur tersebut biasanya dipisahkan oleh adanya separator atau pembatas jalan.

Tujuan dari adanya pembedaan jalur tersebut adalah untuk memperlancar arus lalu lintas, sehingga kendaraan dengan laju lebih cepat bisa melintas tanpa terhambat oleh kendaraan yang lebih lambat. Jalur cepat adalah jalur yang diperuntukkan untuk kendaraan roda empat atau lebih dengan kecepatan yang relatif tinggi. Sementara jalur lambat diperuntukkan dilalui kendaraan yang melaju lebih lambat seperti sepeda motor.

Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta (AMY) Muhammad Ali Iqbal mengungkapkan, ada beberapa alasan yang membuat sepeda motor harus menggunakan jalur lambat. Berikut alasannya:

1. Dari segi ukuran, sepeda motor akan menjadi kendaraan bermotor dengan dimensi paling kecil di jalur cepat, sehingga berpotensi tak teridentifikasi oleh kendaraan lain dengan dimensi yang lebih besar seperti bus dan truk yang memiliki blindspot (area tidak terlihat) yang lebih luas.

2. Dari segi kecepatan, sepeda motor masa kini dapat melaju lebih dari 80 km/jam dengan mudah. Namun jika sepeda motor mendapat sedikit gangguan seperti embusan angin, tersandung batu kerikil, melaju zig-zag di antara kendaraan besar, maka dapat mengganggu keseimbangan dan dapat membahayakan pengendara lain.

3. Dari segi risiko jika terjadi kecelakaan, pengendara sepeda motor memiliki risiko mengalami dampak kecelakaan yang lebih besar jika masuk ke jalur cepat bersama dengan kendaraan roda empat atau lebih. Benturan langsung kepada pengendara sepeda motor berpotensi menyebabkan cedera yang lebih parah jika terjadi kecelakaan antara sepeda motor dengan kendaraan roda empat atau lebih.

“Demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama setiap pengendara sepeda motor perlu patuh untuk tetap melaju di jalur lambat. Khususnya untuk menghindari risiko kecelakaan dan hukuman tilang akibat melanggar aturan lalu lintas,” tandas Muhammad Ali Iqbal, instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta yang seringkali menjadi pemandu event-event touring komunitas motor Honda maupun awak media di berbagai lintasan tersebut.

Nah, sebagai bikers atau pemotor yang cerdas, santun, dan berbudaya, sebaiknya patuhi berkendara sesuai aturan yang benar. Cari aman dan utamakan selamat. (San)

BERITA REKOMENDASI