Akademi Kesejahteraan Sosial ‘AKK’ Wisuda 72 Lulusan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Akademi Kesejahteraan Sosial ‘AKK’ menggelar wisuda bagi 72 lulusan Diploma III dalam sidang senat terbuka yang diselenggarakan di The Rich Jogja Hotel, Sabtu (13/11/2021). Karena masih dalam masa pandemi, prosesi wisuda dilaksanan baik secara langsung maupun daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat.

Direktur Akademi Kesejahteraan Sosial ‘AKK’, Dra Prihatin Saraswati MA mengatakan selama masa pandemi wisuda telah dilaksanakan sebanyak dua kali. Wisuda merupakan prosesi sakral bagi mahasiswa maupun pihak kampus sehingga tahapan penting ini tetap harus dilaksanakan.

“Sebanyak 72 wisudawan merupakan lulusan Diploma III dari Program Studi (Prodi) Seni Kuliner, Desain Busana dan Tata Rias. Bagi mahasiswa yang lolos screening kesehatan maka wajib menjalani wisuda ini, namun bagi yang berhalangan misalnya tengah menjalani karantina maka dapat mengikuti secara daring,” kata Prihatin Saraswati.

Proses panjang dan penuh tantangan harus ditempuh para mahasiswa sebelum lulus menjadi wisudawan. Terlebih lagi pada masa pandemi seperti saat ini dimana proses perkuliahan tak dapat dilaksanakan secara sempurna.

Demikian pula bagi para dosen, untuk dapat menciptakan perkuliahan membutuhkan perjuangan keras agar ilmu tetap bisa diberikan kepada mahasiswa dan diserap dengan baik. Kerjasama antara para dosen dan mahasiswa tersebut dibuktikan saat ini dengan lulusnya para wisudawan kali ini.

“Kalau dibandingkan luring jelas sangat bebeda, untuk saat ini 100 persen kompetensi tidak dapat dicapat dan paling tidak pada kisaran 80 persen. Itupun memerlukan kerja keras dari dosen, karena keterampilan itu praktik maka harus ‘step by step’ dengan membuat toturial materi bagi mahasiswa,” imbuhnya.

Prihatin Saraswati menambahkan untuk tahun ajaran ini Akademi Kesejahteraan Keluarga ‘AKK’ telah memulai perkuliahan. Proses pendidikan dilaksanakan secara daring serta luring dan mahasiswa diwajibkan untuk berada di DIY guna mengikuti perkuliahan.

“Karena pendidikan vokasi maka proses perkuliahan 30 persen teori dan 70 persen praktik. Dari prosentase tersebut 30 persen itu dilaksanakan secara daring, sedangkan 70 secara luring. Jadi mahasiswa sudah harus menjalani kuliah tatap muka untuk yang praktik tersebut,” tegasnya.

Pembantu Direktur I Bidang Akademi, Nur Wahyuni SPd MPd menyampaikan sebanyak 72 wisudawan masing-masing 36 lulusan dari Prodi Seni Kuliner, 20 lulusan dari Prodi Desain Busana dan 20 lulusan dari Prodi Tata Rias. Dari jumlah tersebut 36 wisudawan diantaranya lulus dengan predikat cumlaude.

“Lulusan Akademi Kesejahteraan Sosial ‘AKK’ yang lulus diharapkan dapat menjadi wirausaha yang handal dan bersaing serta mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Ilmu diperoleh pada bangku perkuliahan hendaknya dapat diterapkan dalam dunia kerja yang sebenarnya,” tegas Nur Wahyuni.

Ia juga menyampaikan Akademi Kesejahteraan Sosial ‘AKK’ selama ini telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan melalui praktik industri. Lulusan terbaik akan langsung diserap oleh pihak perusahaan tersebut untuk bekerja.

Guna meningkatkan kemampuan sebelum terjun di tengah masyarakat, mahasiswa Akademi Kesejahteraan Sosial ‘AKK’ mendapat pembekalan dengan materi ‘Membentuk Jiwa Wirausaha yang Inovatif di Era Milenium’. Pembekalan ini menghadirkan pakar kuliner nusantara Sisca Soewitomo. (*)

BERITA REKOMENDASI