Angka Stunting Tinggi, Dosen UMY Buat Sekolah Ibu Berbasis Masyarakat

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingginya angka stunting di Indonesia mendorong Dosen Magister Keperawatan/Program Pascarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr Titih Huriah MKep SpKom merancang program Sekolah Ibu Berbasis Masyarakat (SIBM). Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY ini berlangsung di RW 09, Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Jogja, selama Januari sampai dengan Februari 2020.

Menurut Titih,  data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan stunting di Indonesia berada pada kisaran angka 30,8% dan pada 2019. Angka tersebut turun menjadi 27,67%, tetapi masih jauh dari standar WHO yaitu di bawah 20%. Angka kejadian stunting di Kota Yogya sebesar 14,32% dan merupakan angka tertinggi di DIY.

Dikatakan Titih data dari Puskesmas Jetis, Kelurahan Bumijo merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan Jetis dengan angka prevalensi stunting paling tinggi pada 2019, yaitu teridentifikasi 42 balita balita stunting. Sehingga kegiatan ini kami selenggarakan di Bumijo.

“Atas dasar ini maka dibentuklah Sekolah Ibu Berbasis Masyarakat (SIBM) yang merupakan sebuah pendekatan yang bertujuan untuk meningatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu-ibu dalam pemenuhan gizi balita stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pertengahan Januari sampai dengan Februari 2020, rutin dilakukan sepekan sekali dengan durasi waktu setiap pertemuan adalah dua jam,” kata Titih dalam siaran pers yang terima KRjogja.com.

Menurut Titih, tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman ibu-ibu dalam memenuhi gizi balita stunting. Kegiatan ini diikuti 15 ibu yang memiliki balita stunting dan telah berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi balita stunting.

“Masih tingginya angka stunting di Yogya menjadi permasalahan yang harus dicari pemecahannya dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Hal ini pula yang mendasari kegiatan pengabdian masyarakat untuk penanganan stunting,” ujar Titih.

BERITA REKOMENDASI