Angka Stunting Tinggi, Dosen UMY Buat Sekolah Ibu Berbasis Masyarakat

Titih Huriah yang menjadi Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Magister Keperawatan UMY sebelumnya mengembangkan Desa Pelita (Peduli Ibu dan Balita) di Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis. Sedang program PKM ini didukung oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M UMY)

“Hasil survei dan wawancara dengan masyarakat Bumijo teridentifikasi beberapa faktor risiko stunting seperti tingkat pendidikan ibu yang rendah,” katanya. Juga masih tingginya angka kejadian penyakit menular seperti tuberkulosis dan DBD, indeks keluarga sejahtera sebagian besar masih dalam kategori pra ejahtera dan lingkungan yang kurang sehat seperti kepadatan rumah, dekat dengan rel kereta dan dekat dengan sungai.

Hasil musyawarah dengan puskesmas, kelurahan dan perwakilan warga, menyepakati pengabdian masyarakat untuk menurunkan angka kejadian stunting dengan melibatkan ibu-ibu yang memiliki balita.

Menurut dia, stunting merupakan masalah kesehatan yang dapat dicegah dengan memberdayakan masyarakat, khususnya ibu untuk diberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya gizi bagi anak balita. Pendidikan kesehatan dengan metode tertentu dapat mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan setelah diberikan edukasi yang cukup baik.

“Hasil kegiatan menunjukkan hasil yang menggembirakan karena telah terbentuk kelompok ibu yang setiap pekan belajar tentang cara pemenuhan gizi pada balita stunting,” ujar Titih.

Ditambahkannya, kegiatan ini juga terbukti dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu balita dalam memenuhi kebutuhan gizi balita. Kegiatan ini sangat didukung oleh Lurah Bumijo, Leonard Hutapea. Dalam sambutannya, beliau menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warganya dan berharap keberlanjutan dari program SIBM ini.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua RW 09 Bumijo dan perwakilan dari Puskesmas Jetis yang sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan program pemerintah yaitu menurunkan angka stunting pada balita. (*)

 

BERITA REKOMENDASI