Balai Bahasa Bali Mengadakan Penyusunan Kamus Pembelajaran Bali-Indonesia

Bagi murid-murid Sekolah Dasar (SD), kamus berfungsi mengatasi kesulitan ketika mereka menemukan kata-kata sukar dalam buku pelajaran.

Dengan demikian, kamus bahasa yang baik dapat berfungsi sebagai : 1) buku petunjuk mengenai cara-cara penulisan penyukuan kata; 2) buku petunjuk mengenai makna kata; 3) buku petunjuk mengenai pelafalan kata; 4) buku tata bahasa sederhana; 5) buku petunjuk mengenai kata dalam kalimat dan pemakaian kata pada tingkat, bidang, daerah tertentu; 6) buku sumber data yang dapat dipilih untuk dimanfaatkan; dan 7) buku sumber ilmu pengetahuan sederhana.

“Berkaitan dengan itu, Balai Bahasa Provinsi Bali pada tahun anggaran 2021 mengagendakan kegiatan penyusunan kamus pemelajar Bali-Indonesia,” kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Toha Machsum.

Toha menyebutkan, kamus sebagai alat untuk mendukung pemelajaran bahasa banyak mendapat perhatian saat ini. Di Bali, sampai saat ini belum ada kamus yang dapat digunakan oleh pemelajar sebagai acuan. Untuk itu, Balai Bahasa Provinsi Bali memandang perlu penyusunan kamus tersebut.

Ruang lingkup kegiatan penyusunan kamus pemelajar Bali-Indonesia yang dilakukan adalah kosakata bahasa Bali yang digunakan dalam buku ajar bahasa Bali tingkat SD, SMP, dan SMA. Selain itu, kosakata juga dikumpulkan dari cerita anak dan cerpen berbahasa Bali.

“Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan penyusunan kamus pemelajar Bali-Indonesia adalah untuk membantu pemelajaran bahasa, baik ketika ingin memahami ujaran atau teks (aspek reseptif), maupun ketika ingin mengutarakan pikiran ke dalam bentuk ujaran atau tulisan (aspek produktif). Kedua aspek inilah yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan kamus pemelajar,” paparnya.

Menurutnya, manfaat secara umum penyusunan kamus pemelajar Bali-Indonesia dapat dijadikan daftar rujukan yang sekurang-kurangnya menerangkan makna kosakata tersebut. Secara khusus, penyusunan kamus pemelajar Bali-Indonesia bermanfaat untuk membantu pemelajar mengenal kosakata baru, khususnya kosakata bahasa Bali.

Toha pun menyampaikan, proses kegiatannya sendiri diawali dengan menyusun proposal, kemudian melakukan penjajakan, pada tanggal 24 Maret untuk kabupaten Tabanan, dan 25 Maret untuk Kabupaten Badung.

BERITA REKOMENDASI