Banyak Guru Minim Pemahaman Hukum Terkait Profesinya

YOGYA, KRJOGJA.com. Banyak guru yang masih minim pemahaman hukum, termasuk yang terkait dengan profesinya. Akibatnya, sering terjadi pelanggaran hukum yang menyangkut profesinya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Yogyakarta, Drs  Sugeng Mulyo Subono merasa prihatin atas kondisi ini. Berkaca dari kasus nasional yang diungkap Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) ada  376 kasus yang terjadi di lingkungan sekolah dan 267 kasus berdasarkan hubungan antara guru dan siswa sepanjang tahun 2022 di Indonesia.

“Pemahaman guru terhadap hukum, khususnya terkait profesi harus lebih baik. PGRI Kota Yogyakarta akan giat mensosialisasikan Undang-Undang terkait profesi guru yang telah tercantum pada Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 agar guru mengetahui peran, fungsi dan haknya dalam bekerja,” ungkap Sugeng usai acara Konferensi Kerja Kota (Konkerkot) PGRI Tahun 2020 yang digelar di Hotel Tjokro Style Yogya, Kamis (23/6/2022)

Sugeng melihat,  berbagai pelanggaran yang kerap terjadi pada dunia pendidikan. Termasuk diantaranya hak-hak guru terkait kesejahteraan. Disamping itu,  tidak semua guru, kesejahteraannya belum sepenuhnya dijangkau oleh pemerintah.

Hal ini menjadi perhatian. Meskipun Undang-undang tersebut telah lama diterbitkan namun masih banyak guru yang tidak tahu dan belum membacanya. Karena itu,  kesejahteraan guru juga menjadi perjuangan yang dilakukan PGRI sebagai organisasi profesi terbesar yang dimiliki guru di Indonesia.

“Untuk saat ini guru honorer di kota Yogyakarta sudah mulai sejahtera, gaji guru honorer di Kota Yogyakarta sudah mendapat upah sesuai ketentuan. Sekarang guru honorer sudah digaji sesuai UMP Kota Yogyakarta” jelas Sugeng.

Mutu Pendidikan

Meningkatkan mutu guru sebagai pendidik juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Terlebih setelah dua tahun mengalami pandemi Covid-19 terjadi penurunan kualitas pendidikan pada siswa di Yogyakarta sebesar 35%, hal ini dilihat dari turunnya dari nilai Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) Yogyakarta. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas guru dapat dicapai melalui keikutsertaan pada organisasi profesi guru yang ada di Indonesia.

“Organisasi ini salah satu fungsinya untuk meningkatkan kemampuan kapasitas guru. Maka ada banyak kegiatan untuk guru, seperti lomba-lomba untuk guru, lomba karya ilmiah, olahraga,  kegiatan pelatihan, bahkan juga mengadakan bimbel bagi tenaga honorer yang akan mendaftar ASN atau PPPK,” pungkas Sugeng. (*-1)

BERITA REKOMENDASI