11 Perguruan Tinggi Bangun Konsorsium Tingkatkan Riset

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – UGM dan UII membangun konsorsium untuk peningkatan kinerja riset bersama dengan 9 perguruan tinggi dari 6 negara lain. Proyek ini berjangka waktu 3 tahun hingga 2019 ini didukung Uni Eropa dengan dana yang dikucurkan sekitar Rp 12 miliar.

Kesembilan perguruan tinggi tersebut adalah Universiti Teknologi Malaysia, Universiti Teknologi MARA dari Malaysia. Kemudian International College of National Institute of Development Administration atau ICONIDA, Burapha University (Thailand), University of Economics in Bratislava, Matej Bel University in Banska Bystrica (Slovakia), Warsawa School of Economic (Polandia), University of Bath (Inggris dan Univesity oif Clermont Auveregne (Prancis).

“Kami sangat berterimakasih kepada Uni Eropa yang membantu kami,” ungkap Koordinator Proyek Prof Anetta Caplanova didampingi Koordinator Lokal UII Dr Fathul Wahid PhD dan Koordinator Lokal UGM Nurul Indarti PhD di Gedung Perpustakaan Moh Hatta UII, Selasa (21/11/2017).

Anetta menyebutkan, fokus proyek peningkatan kapasitas ini adalah peneliti muda dan mahasiswa tingkat doctoral yang sedang menyusun disertasi. Harapannya menurut Anetta, akan lebih produktif dan dalam 2 tahun ke depan akan banyak manfaat.

Koordinator Lokal UGM Nurul Indarti PhD menyebutkan, konsorsium ini didanai Uni Eropa namun tidaklah 100%. Dana ini bisa untuk perbaikan fasilitas pembelajaran seperti komputer, videoconference, perbaikan modul pembelajaran dan lainnya.

Hasil akhir proyek ini adalah pembuatan material pelatihan tentang evaluasi kinerja dan strategi peningkatan riset. Selain meningkatkan kinerja riset  proyek ini juga untuk mengembangkan skill publikasi.

Nurul menyebutkan, workshop telah dilakukan sebanyak tiga kali yakni di Bratislava Slovakia, Kualalumpur Malaysia dan Yogyakarta Indonesia. Rabu (22/11/2017) akan diselenggarakan open workshop tentang pengukuran dampak riset.

“Workshop ini bersifat terbuka. Selain diikuti anggota konsorsium, juga lebih dari 15 universitas dan lembaga riset dari Malaysia dan Indonesia mengikuti kegiatan ini, di luar dua perguruan tinggi anggota konsorsium,” jelas Nurul Indarti.

Untuk mendukung pelatihan peningkatan riset, Uni Eropa mendukung pengadaan alat seperti computer dan fasilitas konferensi video. Sementara Koordinator Lokal UII Fathul Wahid PhD mengungkap, pembuatan model yang diawali diawali dengan beberapa workshop memetakan kondisi setiap universitas, sehingga diharapkan modul relevan dengan konteks.

Diharapkan nanti, lanjut Fathul, dosen akan tahu bagaimana membuat proposal yang bagus, menuliskan dan lainnya. “Jadi proyek ini bukan melakukan riset bersama tapi lebih meningkatkan menejemen riset,” katanya. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI