15 Kampus Pilih Kuliah Online, Begini Alasannya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengonfirmasi sudah  20 perguruan tinggi negri dan swasta  yang resmi meliburkan kegiatan perkuliahan tatap muka.

Sebanyak 15 kampus secara resmi telah melapor kepada Kemendikbud, dengan alasan pencegahan virus corona atau coronavirus disease (covid-19).

“Iya betul 15 itu terkonfirmasi dan resmi diantaranya UGM,UN,UI,Unpad dan beberapa perguruan tinggi lain,demikian PLT Dirjen Dikti Nizam kepada KR,Minggu (15/3 2020)

Sekarang yang penting ditekankan adalah selama pembelajaran dari rumah, mahasiswa harus menjaga diri utk tidak banyak bepergian atau berkumpul di tempat-tempat yangg berisiko lebih tinggi

Untuk mengambil keputusan meliburkan kegiatan kampus Kemendikbud menyerahkan kewenangan kepada rektor masing-masing. Baginya, Rektor maupun pihak kampus lah yang paling paham bagaimana kampus menghadapi wabah virus korona.

“Kami mohon kampus-kampus dan sivitas akademinya  bisa menerapkan PHBS dan menjadi duta phbs di lingkungannya,demikian Nizam.
Untuk yang tengah ujian
bisa diganti dgn tugas atau take home exam”.

Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan sudah mengeluarkan surat edaran kesiagaan menghadapi covid-19 di sekolah dan kampus tgl 9 Maret kemarin. Ujar Nizam yang juga  Dekan FT  UGM ini.

“Kami menghargai dan mendukung keputusan para rektor yg mengalihkan pembelajaran daring dari rumah untuk menghindari penyebaran covid-19. Keselamatan dan kesehatan mahasiswa dan warga kampus harus diutamakan. Dengan memanfaatkan teknologi diharapkan pembelajaran tetap dapat berjalan,” tegasnya

Hal senada disampaikan Sesditjen Dikti Paristiyanti.”Jadi kita serahkan sepenuhnya kepada kampus untuk mengambil kebijakan itu. Dengan satu catatan, proses pembelajaran secara blended learning atau pendidikan jarak jauh (kuliah online) dari rumah. Ini bukan libur, bukan lockdown,” tegas Paris.

Namun ia juga menegaskan, pihaknya tak ingin pendidikan jarak jauh malah mengurangi kompetensi belajar di kampus. Mahasiswa harus dipastikan mendapat Satuan Kredit Semester (SKS) yang sama ketika belajar dari rumah.

“Selama para pimpinan perguruan tinggi yakin pendidikan jarak jauh ini tetap menjaga capaian pembelajaran, kita akan menerima itu dengan baik. Jadi kita percaya banget sama Pak Rektor bahwa ini adalah yang terbaik buat sivitas akademikanya,” ujar Paristiyanti.

Menurutnya, jumlah kampus yang bakal meliburkan perkuliahan tatap muka bakal terus bertambah. Seiring masifnya penyebaran virus pandemi ini.

“Dan sepertinya, (kalau di-update) sampai hari ini sepertinya juga sudah di atas 15,” pungkasnya.

Berikut daftar kampus yang memutuskan mengubah model perkuliahan menjadi kuliah daring atau kuliah online:

1. Universitas Indonesia (UI)
2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
4. Universitas Gunadarma
5. Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
6. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
7. Kalbis Institut
8. Binus University
9. Universitas Atmajaya
10. London School Public Relations (LSPR)
11. Universitas Yarsi
12. Universitas Pelita Harapan (UPH)
13. Telkom University
14. Universitas Tarumanagara (UNTAR)
15. Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI)

(Ati)

BERITA REKOMENDASI