200 Guru Paud Bantul Diminta Jadi Agen Makanan Sehat ‘Isi Piringku’

BANTUL, KRJOGJA.com – 200 guru Paud se-Kabupaten Bantul berkumpul di kompleks perkantoran Pemkab Bantul, Rabu (18/12/2019). Mereka diminta aktif menjadi agen komposisi makanan sehat “Isi Piringku” yang digagas Danone Indonesia bersama Resourceful Parenting Indonesia (RPI). 

Lucy Nawangtyas, Health and Nutrition Manager Danone Indonesia mengungkap usia 4-6 tahun merupakan masa emas bagi anak-anak dalam menyerap asupan gizi yang harus dimaksimalkan. Usia tersebut menurut dia harus mendapat perhatian lebih karena bila tak diperhatikan asupannya akan mudah mengalami malnutrisi bahkan stunting. 

“Karena itu kami serius menyebarkan kesehatan melalui makanan dan minuman yang sehat dan tepat. Kedepan kami berharap bisa ciptakan anak yang unggul bagi bangsa di masa mendatang. Kami merasa punya tanggung jawab untuk memaksimalkan generasi mendatang,” ungkapnya di sela acara. 

Setelah sebelumnya melaksanakan sosialisasi 200 guru Paud di Kota Yogyakarta, Danone mengajak 200 guru Paud di Kabupaten Bantul. Hingga akhir tahun ini, sudah 900 Paud di Pulau Jawa yang digandeng untuk mengkampanyekan makanan, minuman sehat Isi Piringku. 

“Kami berharap, guru-guru ini bisa mengubah perilaku dan mendeliveri pada orang tua. Misalnya, sebelumnya memberi bekal anak pakai mie instan diubah dengan makanan sehat, jadi sekarang peran orang tua bisa terlihat. Ini nanti akan dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran di tingkat Paud,” ungkapnya lagi. 

Bernadette Wresni Asih, salah satu narasumber  yang dihadirkan menyampaikan bawasanya guru memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak didik terutama di periode usia dini. Wresni pun berharap para guru mampu mendidik menggunakan hati agar nantinya anak bisa mencerna dengan maksimal ajaran yang diberikan. 

“Kita siapkan pikiran dan diri kita mendengarkan orang berbicara. Kalau kita punya karakter ini maka kita jadi pembicara lebih hebat. Kalau anak murid bertanya cobalah lebih banyak mendengarkan. Kalau orang tua datang juga coba dengarkan, meski mereka dengan wajah dilipat. Guru harus juga bisa menyentuh hati peserta didik, orang tuanya, serta teman-teman guru. Ini penting, kalau hati sudah dimenangkan maka apapun yang kita ajarkan dan minta mereka lakukan maka akan dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ungkap Wresni. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI