2019, Masalah Guru Honorer Tuntas

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Mendikbud Muhadjir Effendy berharap persoalan guru honorer tuntas tahun 2019 dan akan menyisir kembali guru honorer yang ada di lapangan. Hal ini untuk memperjelas apakah guru honorer itu mengajar penuh di sekolah atau hanya guru sambilan. 

"Sebanyak 736.000 itu (guru honorer) mereka riil di lapangan. Hanya akan kita susurin, siapa sih dia dan kerjanya seperti apa. Hal itu dilakukan karena banyak guru honorer yang mengaku digaji Rp200.000," ungkap Mendikbud.

Sementara di lapangan, ujarnya, banyak ditemukan guru-guru honorer yang digaji Rp200.000 karena memang mereka mengajar tidak penuh satu hari. Dalam artian, para guru ini hanya menjadikan profesi mendidik ini sebagai sambilan saja. 
Menurut Mendikbud, memang ada guru honorer yang mengajar hanya satu mata pelajaran, di mana tidak ada guru pegawai negeri sipil yang mampu mengajar di bidang tersebut. 

Guru seperti itu, kata Mendikbud, sama saja dengan dosen luar biasa yang hanya mengajar satu mata kuliah seminggu dan sisanya dia bekerja di tempat lain. "Sehingga kalau dia mendapatkan upah seperti itu, bukan suatu hal istimewa,” ungkapnya. 

Dengan penyisiran melalui pendataan  ulang ini,diharapkan mendapatkan data soal guru honorer yang lebih valid. Selanjutnya data ini bisa di jadikan pegangan pmerintah untuk menentukan kebijakan tentang guru khsususnya honorer. 

"Kami sangat berharap guru honorer ini bisa tuntas, sehingga tahun depan pemerintah bisa membuat skema terkait guru yang lebih sistemik. Dia menyampaikan, melihat kondisi guru yang setiap tahun ada yang pensiun maka tidak mungkin tiap tahun tidak meng – angkat guru. Tegas Mendikbud. (Ati)

BERITA REKOMENDASI