2019, Pembukaan Prodi Baru Disederhanakan.

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pembukaan program studi baru di kampus mulai 2019 bakal disederhanakan.

Demikian Menristekdikti Mohamad Nasir ketika dihubungi KR Di Jakarta,Rabu (26/12 2018)

“Asal memenuhi syarat akan diproses dalam hitungan waktu yang lebih cepat,” demikian Menristekdikti.

Menurut Menteri Nasir ada lima unsur perlu dihadirkan dalam membuka prodi baru, ada kelembagaan entah berupa universitas, sekolah tinggi dan sejenisnya, ada dosen lima orang, infrastruktur, keuangan serta kurikulum.
Kemudahan juga diberikan dalam penyusunan borang prodi baru yang diajukan tidak perlu terlalu tebal cukup maksimal 10 halaman dan proses waktu keluarnya izin juga tidak lama.

Untuk Prodi baru yang sudah mendapatkan izin prinsip, kata Menteri Nasir sambil menunggu izin operasional keluar, prodi baru itu sudah dapat menerima mahasiswa baru. Prodi baru itu akan terus diawasi dan dibina oleh LLDikti di daerah, jika nantinya pada proses pembelajaran selama dua tahun tidak berjalan sesuai aturan dan regulasi maka izin prodi baru itu akan di kasih peringatan.

Mohammad Nasir juga menegaskan jika ada perguruan tinggi nakal tetap akan dibina, tetapi jika ada perguruan tinggi yang rusak maka bakal ditutup.
Pemerintah melalui Kementerian Ristekdikti terus meningkatkan mutu dan kualitas proses pembelajaran pada pendidikan tinggi di tanah air.

“Pada era milenial dan digital sekarang ini, hanya perguruan tinggi bermutu yang mampu memenangkan persaingan,” tegas Nasir. (ati)

BERITA REKOMENDASI