25 Persen Ruang Kelas Pendidikan Dasar Belum Sesuai SPM

SLEMAN (KRjogja.com) – Sekitar 25 persen ruang kelas SD dan SMP negeri maupun swasta di Sleman belum sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal itu dikarenakan terbatasnya anggaran untuk pemenuhan standar pelayanan di sektor pendidikan. Bahkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.  

Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman Sri Adi Marsanto menjelaskan, total sekolah di Sleman ini, 503 SD negeri dan swasta, serta 110 SMP negeri dan swasta. Sekitar 75 persen, ruang kelas sudah sesuai SPM seperti meja kursi, daya tampung, dan lainnya.  

"Tapi masih ada 25 persennya yang belum sesuai SPM. Ini menjadi PR kami agar seluruh sekolah di sesuai SPM. Meskipun sekolah yang tidak sesuai SPM ini tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap kualitas pendidikan," kata Adi, Senin (8/8/2016).

Untuk memenuhi SPM, pihaknya akan memaksimalkan anggaran pemerintah, baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Tahun ini, DAK dari pemerintah pusat hanya Rp 1,5 miliar dan APBD kabupaten sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan anggaran dari APBD provinsi tidak ada.

"Anggaran tahun ini cukup terbatas. Padahal tahun-tahun sebelumnya, DAK yang kami terima ini belasan hingga puluhan miliar. Tapi sekarang hanya Rp 1,5 miliar. Hal ini jelas akan mempengaruhi pemenuhan SPM di sekolah-sekolah, " jelasnya.

Dijelaskan, DAK tahun ini sekitar 60 persen diperuntukkan kontruksi dan 40 sarana prasarana sekolah. Untuk rekontruksi dipergunakan rehab 18 ruang kelas di 7 SD, sedangkan sarana dan prasarana di 23 SD. Diantaranya untuk sarana peralatan pendidikan matematika, IPA, seni budaya dan ketrampilan, peralatan jasmani olahraga dan kesehatan, buku referensi dan media pendidikan.

"Penggunaan DAK tahun ini memang untuk SD. Pelaksanaan anggaran juga mundur karena juknis dari pemerintah pusat mundur sehingga kami masuk dalam APBD Perubahan 2016 ini, " terangnya. (Sni)

 

BERITA REKOMENDASI