80 Persen PAUD di DIY Ternyata Belum Terakreditasi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sekitar 80 persen lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan sejenis di DIY ternyata belum terakreditasi. Dari Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas DIY berupaya agar PAUD dan TK yang berjumlah lebih dari 5.000 tersebut dapat memenuhi standar pendidikan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY Eko Sumardi saat menghadiri Gelar Kreativitas Anak Usia Dini 2019 di Gedung Serbaguna Sleman, Rabu (31/7/2019). Kegiatan ini diikuti 1.200 siswa PAUD dan TK di Kabupaten Sleman. Mereka juga diberi kesempatan untuk menampilkan kreasi di hadapan peserta yang hadir. Dalam kesempatan yang sama juga ada lomba mewarnai.

Menurutnya, dari 5.000 PAUD dan TK di DIY tersebut 99 persen dikelola oleh masyarakat. Sedangkan yang TK negeri hanya 1 persen saja. Dari jumlah itu baru 20 persen saja yang sudah terakreditasi. Besarnya PAUD dan TK yang belum terakreditasi tersebut menjadi tugas besar bagi pemerintah.

"Itu menjadi PR besar kami. Termasuk dinas pendidikan di kabupaten/kota. Bagaimana mendorong mereka pengelola PAUD ini agar bisa membenahi sumber daya manusia, termasuk juga sarana prasarana dalama pembelajaran. Golnya untuk memenuhi standar pendidikan tersebut," ujarnya.

Padahal DIY menurut Eko, menduduki jumlah PAUD dan TK terbanyak di Indonesia. Dimana partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikan anak sejak dini sangat tinggi. Program pemerintah satu desa satu PAUD, di DIY bahkan satu RW ada satu PAUD. Hal ini harus diimbangi dengan kualitas. Tidak sekedar kuantitas saja.

Guna mencapai hal tersebut, dari BP PAUD dan Dikmas DIY mentargetkan tahun ini ada 400 PAUD dan TK yang sudah terakreditasi. Namun setelah mendapatkan masukan dari dinas pendidikan kabupaten/kota, jumlahnya menjadi 500 PAUD dan TK. "Kita akan berupaya untuk memetakan agar semuanya dapat terlayani, sehingga sudah terakreditasi," ungkapnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI