Akademisi Dituntut Mampu Menjadi Peneliti

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jumlah peneliti di Indonesia dinilai masih kurang. Pada era yang serba maju seperti saat ini lini riset dan inovasi sangat dibutuhkan. Demikian dikatakan Menristekdikti Prof Bambang Brodjonegoro saat membuka Silaturahmi Konsorsium Nasional Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia yang digelar di Hotel Harper Yogyakarta, Selasa (07/01/2020) hingga Rabu (08/01/2020).

“Dengan adanya wadah konsorsium ini mudah-mudahan menstimulus para akademisi muda menjadi peneliti-peneliti baru yang mampu menciptakan sebuah produk kompetitif yang mempunyai value market global," kata Bambang Brodjonegoro.

Terkait pos anggaran di Kemenristekdikti yang terbilang kecil, Bambang Brodjonegoro juga mendorong pihak swasta maupun BUMN untuk turut menggairahkan sektor riset, teknologi dan penelitian. Sedangkan relevansi perguruan tinggi dengan industri menurutnya sangatlah erat.

"Sektor jasa dan manufaktur masih punya peluang besar untuk kita berkembang. Jangan jalan di tempat pada tahapan prototipe, karena sebuah produk itu harus ‘jadi’. Jangan setengah-setengah,” tegasnya.

Kepala Lembaga Dikti Yogya Prof Didi Achari SE Mcom dalam kesempatan ini mengatakan, untuk mengoptimalkan peran konsorsium maka diperlukan komunikasi reguler. Hal itu penting dilakikan agar sejumlah program dapat dirumuskan dan diimplementasikan dengan baik.

“Selain bisa menguatkan ukhuwah antar LPPM PTMA se-Indonesia, acara ini jangka panjangnya adalah untuk membahas berbagai kegiatan di tingkat nasional ataupun daerah yang sejalan dengan program pemerintah dan berharap bisa memberikan kontribusi yang optimal,” kata Didi Achari.

Sementara itu Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP menyampaikan, silaturahmi yang mengangkat tema ‘Membangun Peradaban Berkemajuan Melalui Ukhuwah Riset Pengabdian dan Publikasi’ ini diharapkan mampu mengintensifkan komunikasi serta kerjasama antar PTMA se-Indonesia dalam kegiatan penelitian ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat. Problematik masyarakat sangat beragam dan penyelesainnya pun membutuhkan riset dari para peneliti yang tergabung dalam wadah PTMA.

Gunawan Budiyanto menaruh harapan besar jika Muhammadiyah bisa bersinergi dengan pemerintah untuk bergerak di sektor riset dan penelitian. Itu tak lain guna kemajuan nangsa dan kemaslahatan umat.

“Kami juga tengah fokus pada pendampingan UMKM. Serta yang tak boleh dikesampingkan adalah memegang teguh Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tegas Gunawan Budiyanto.

Konsorsium LPPM PTMA ini baru perdana digelar. Sebanyak 90 perwakilan LPPM PTMA kegiatan dimana UMY didapuk sebagai tuan rumah dan penyelenggara. (*)

BERITA REKOMENDASI