Anak Muda Vietnam Antusias Belajar Bahasa Indonesia

HANOI, KRJOGJA.com – Bahasa Indonesia semakin digemari oleh anak muda Vietnam. Awal dibuka kelas Bahasa Indonesia di Hanoi pada Agustus 2018, jumlah pemelajar Bahasa Indonesia tercatat sebanyak 129 orang yang sebagian besar adalah mahasiswa. Pada periode ketiga dari Juli – Desember 2019, jumlah pemelajar mencapai 155 orang.

Pengajaran Bahasa Indonesia di Hanoi pertama kalinya dibuka di 2 tempat, yaitu Umah Indo – Pusat Promosi Indonesia di Hanoi serta Hanoi University.  Selanjutnya, mulai 15 Februari 2019 Bahasa Indonesia mulai diajarkan sebagai mata kuliah pada program Oriental Studies di University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University (USSH VNU), Hanoi. 

Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia juga mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya peminat. Untuk tenaga pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), KBRI Hanoi bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

Pada periode pertama dan kedua dari bulan Agustus – Desember 2018 dan Januari – Juni 2019, tenaga pengajar BIPA yang ditugaskan ke Hanoi hanya 1 orang.  Namun, seiring bertambahnya pemelajar dan tempat pengajaran Bahasa Indonesia, untuk periode ketiga dari Juli – Desember 2019, PPSDK Kemdikbud RI menambah tenaga pengajar menjadi 2 orang.  Bahkan pada periode keempat yang akan berlangsung dari Januari – Juni 2020, Kemdikbud RI direncanakan akan mengirim 3 orang pengajar.  

Dalam acara penutupan kelas Bahasa Indonesia periode ke-3 yang berlangsung di KBRI Hanoi pada 13 Desember 2019, Duta Besar RI Hanoi Ibnu Hadi menggarisbawahi bahwa pengajaran Bahasa Indonesia adalah bagian penting dari soft power diplomacy Indonesia di Vietnam.  

“Ketika belajar Bahasa Indonesia, mereka tidak hanya mempelajari bahasanya tetapi juga budayanya.  Ini adalah modal penting dalam meningkatkan mutual understanding antarkedua negara” ungkapnya.    

Saat ini, Bahasa Indonesia di Hanoi diajarkan dalam 3 level dari total 6 level, yaitu mulai dari level A1, A2 sampai  B1.  Salah satu pengajar BIPA, Yeyen Purwiyanti mengatakan bahwa pelajar Bahasa Indonesia di Hanoi sangat aktif dan antusias. “Secara lisan, mereka telah berhasil menyampaikan ide dan konsep tentang suatu hal dengan lugas” tambahnya. Lebih lanjut, pengajar BIPA lainnya Fitria Wiryati optimis ke depannya pengajaran BIPA di Hanoi akan dapat dilakukan sampai level terakhir, yaitu level C2. 

Sebagai bahasa dengan penutur terbanyak di ASEAN, Bahasa Indonesia cukup diminati di Vietnam.  Motivasi untuk belajar Bahasa Indonesia di antaranya juga didorong keinginan untuk bekerja di Indonesia atau perusahaan Indonesia di Vietnam, melanjutkan studi di Indonesia serta menjadi pemandu wisata seiring semakin banyaknya wisatawan Indonesia yang datang ke Vietnam.  (MG 19)

BERITA REKOMENDASI