Anak Penjual Bubur Raih Beasiswa di IPB

JAKARTA, KRJOGJA.com – Anak tukang Bubur yang juga  melakukan penelitian tentang manfaat air rebusan lengkuas bermanfaat bagus bagi ibu melahirkan, berhasil meraih Beasiswa S2 dan S3 sekaligus di IPB .
 

"Berasal dari keluarga yang sederhana, bukanlah menjadi penghambat untuk dapat menempuh pendidikan tinggi. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa IPB University, Eka Setiawan dari Program Studi Biologi Tumbuhan," kata Gufron Mukti Dirjen SDID Menristekdikti Kepada wartawan di Jakarta.

Eka Setiawan (25) mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi S2 sekaligus S3 setelah lulus sarjana di IPB University. Eka berhasil mendapatkan beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dengan promotor Prof Dr Tatik Chikmawati.

Eka memiliki ayah yang bekerja sebagai tukang bubur di daerah Parungbingung Depok. Sedangkan ibunya seorang pengajar ngaji Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) di kampung.

“Sejak kecil saya sudah ikut ayah yang ketika itu berjualan di daerah Bantargebang Bekasi,  kemudian pindah ke daerah Cakung, Jakarta Timur sampai saya berusia lima atau enam tahun.  Masih teringat jelas, saat itu dus karton atau bangku panjang yang lebarnya kurang dari 50 cm menjadi kasur yang nyaman untuk kami tidur,” ungkap Eka.

Semasa di kampus, Eka menceritakan kegemarannya mengamati tumbuhan sehingga tertarik untuk mempelajari keanekaragaman tumbuhan lebih dalam. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan besar dalam benaknya, mengapa di negara Indonesia dengan keanekaragaman tumbuhannya yang tinggi ini baru sedikit yang fokus mempelajari keanekaragaman tumbuhan apalagi di pulau Jawa yang masih memiliki hutan yang bagus namun baru sedikit dieksplorasi.

“Ketertarikan saya pada bidang keanekaragaman tumbuhan membuat saya memutuskan lanjut kuliah. Setelah lulus sarjana, saya mendapatkan tawaran dari beberapa bank dan perusahaan asuransi tapi alhamdulillah saya dapat beasiswa PMDSU. Bidang yang ditawarkan oleh Prof Tatik juga sesuai dengan apa yang ingin saya pelajari lebih dalam yaitu keanekaragaman tumbuhan,” tambahnya.

Dalam masa-masa perantauannya, orang tuanya selalu berpesan agar tidak pernah meninggalkan salat bahkan dalam kondisi sesibuk apapun. 

“Ayah dan ibu selalu menyemangati saya dan mendoakan saya agar selalu diberi kelancaran dan terus diberikan kesehatan selama studi. Walau dari berjualan bubur mendapat uang yang pas-pasan tapi ayah selalu mengusahakan segalanya untuk kebutuhan anak-anaknya. Dari perjalanan hidup ini saya belajar bahwa Allah tidak akan membebani melebihi batas kemampuan kita, kerjakan terus yang ada toh nanti juga bakal selesai."

"Tidak perlu khawatir terhadap keadaan apapun,  dari mana asalnya dan siapa kita,  karena rezeki setiap orang tidak akan pernah tertukar,” ujarnya.

Eka melakukan penelitian akan manfaat lengkuas untuk obat ibu sehabis melahirkan. Akar dari rimpang lengkuas ini direbus dengan dua gelas air sehingga menjadi satu gelas kemudian diminum dua atau tiga kali sehari.
Jenis-enis lengkuas ini banyak,tetapi lebih banyak berkembang di Sumatera,maupun luar Jawa.

" Ini belum kami patenkan  karena masih dalam penelitian" ujar Eka.(ati)

 

BERITA REKOMENDASI