Beberapa Kesulitan dan Solusinya Ketika Kuliah di Luar Negeri

KULIAH memang membutuhkan banyak persiapan. Baik segi fisik, mental maupun finansial. Terlebih jika berkuliah di luar negeri. Bukan hanya proses seleksinya saja yang sulit, ternyata untuk tinggal dan berkuliah di luar negeri juga ada kesulitannya.

Menurut Christina, salah satu alumni Jurusan Bisnis di The University of Rhode Island saat ditemui KRjogja.com, di sela-sela NIEC Education Expo, Sabtu (24/09/2016), ia mengalami beberapa kesulitan selama kuliah dan tinggal di negeri Paman Sam itu.  Berikut adalah kesulitan-kesulitan yang dia hadapi beserta cara penyelesaiannya.

1. Bahasa
Berbeda negara tentu saja membuat perbedaan pada sistem pembelajarannya. Tak hanya sistemnya, bahasa yang berbeda juga menjadi kendala baginya selama kuliah di The University of Rhode Island. Selama kuliah, kebanyakan tugas kuliah yang diterima Christina adalah membuat paper. Menurutnya membuat paper ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

“Bikin yang Bahasa Indonesia aja sulit, apalagi yang Bahasa Inggris,” terangnya saat ditemui KRJogja.com pada acara pameran pendidikan sekolah keluar negeri dari Naresy International Education Consultant (NIEC) di Harper Mangkubumi, Sabtu(24/9/2016). Untuk mengatasinya Christina harus berusaha lebih keras untuk belajar Bahasa Inggris.

2. Sulit Mendapatkan Nasi
Makanan merupakan aspek terpenting bagi manusia. Melalui makanan manusia mendapatkan asupan energi untuk menunjang segala aktivitasnya. Selama di Amerika  Christina sulit menemui nasi. “Disana itu susah nemu nasi,” kenangnya. Untuk mengatasinya ia biasa makan kentang dan roti.

3. Pemalu
Tinggal di lingkungan yang baru membuat Christina harus menyesuaikan diri. Dalam proses adaptasi, ia belajar banyak hal terutama menambah rasa percaya diri. “Rata-rata mahasiswa Indonesia disana itu pemalu. Apalagi untuk bertanya, mereka tidak percaya diri untuk bertanya sehingga susah untuk menyelesaikan sesuatu dalam waktu yang cepat,” ungkapnya. Menurutnya, teman-temannya dari Indonesia cenderung malu untuk bertanya dan memilih untuk menyimpan permasalahannya sendiri.

4. Homesick
Homesick atau perasaan rindu terhadap suasana rumah merupakan hal yang lumrah dialami orang yang sedang jauh dari rumah. Hal ini ternyata juga dialami oleh Christina. Untuk mengatasi hal tersebut ia memutuskan untuk banyak mengikuti kegiatan yang menyibukkan dirinya. “Cara mengatasi homesick adalah perbanyak ngumpul sama teman-teman dan ikut student buddies (semacam kegiatan ekstrakuriluler),” katanya.

5. Cuaca
Perbedaan cuaca antara Indonesia dan Amerika membuat Christina harus menyesuaikan diri. Beberapa persiapan sudah dia lakukan sebelum berangkat ke Amerika. Ia berusaha mencari tahu obat-obatan apa yang diperlukan serta bagaimana cara menanggulangi penyakit-penyakit yang mungkin akan datang. “Persiapannya ya obat-obatan, pakaian hangat untuk musim dingin dan body lotion untuk mejaga kelembaban kulitnya saat musim panas dan lain-lain.” Paparnya.

Keputusan yang diambil seseorang untuk berkuliah dan tinggal diluar negeri hendaknya harus dipikirkan masak-masak, termasuk segala persiapnnya. Jika menemui kesulitan tidak ada salahnya berusaha mencari tahu bagaimana cara menyesaikannya. “Pokoknya kalau ada apa-apa disana jangan malu buat nanya. Malu bertanya sesat dijalan.” Pungkasnya. (MG-13)

 

BERITA REKOMENDASI