Beda di Luar Negeri, Pendidikan Karakter Masih Kurang

YOGYA, KRJOGJA.com – Pendidikan karakter di lembaga-lembaga pendidikan yang ada saat dirasa masih kurang. Kekurangan pendidikan karakter ini akan lebih terasa setelah anak didik melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar negeri. Sebab, mereka jadi bingung bagaimana menempatkan dirinya sendiri. Juga bisa memalukan bangsa dan negaranya.

“Itulah kekurangan kita dalam pendidikan nasional ini,” kata Pengurus Pengda Kagama DIY bidang Seni Budaya, Drs Suharjoso Sk MSn kepada KRJOGJA.com, akhir pekan lalu.

Menurut Suharjoso, pendidikan karakter adalah bagaimana mengenal diri sendiri, mengenal bangsanya, mengenal suku nusantara. Tujuannya supaya anak didik mempunyai jiwa dan karakter nasional. “Itu sangat terasa bagi anak-anak kita yang melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar negeri. Di dunia internasional, kalau tidak memiliki karakter nasional dia bisa bingung menempatkan dirinya sendiri. Kesenian-kesenian daerah kita sudah mulai digandrungi oleh orang-orang asing, kalau mereka menguasai seni daerah, kok kita kurang menghayati, kurang terampil atau kurang apresiasi, akan memalukan sebagai bangsa Indonesia,” papar pria yang belum lama ini menjadi narasumber dialog interaktif tentang pendidikan karakter di RRI.

BERITA REKOMENDASI