Begini, Kelebihan dan Kekurangan Fullday School

JAKARTA (KRjogja.com) – Full day school menjadi topik yang hangat dibicarakan sejak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mewacanakan penerapan model pembelajaran tersebut di seluruh SD dan SMP. Dengan full day school, siswa akan berada di sekolah dari pukul 07.00 sampai 17.00.

Salah satu alasan Mendikbud Muhadjir Effendy menggagas full day school, yakni untuk menghindarkan siswa dari kegiatan-kegiatan negatif di luar lingkungan sekolah. Apalagi, selama sehari penuh siswa tak hanya melakukan aktivitas akademis, tetapi juga nonakademis, seperti mengikuti ekstrakurikuler.

[baca juga : Mendikbud Muhadjir bakal Terapkan 'Full Day School']

Konsep full day school sendiri bukan merupakan hal yang baru lantaran sudah diterapkan di beberapa sekolah swasta. Model ini juga memiliki bebrapa kelebihan, seperti siswa siswa mendapat metode pembelajaran yang bervariasi dibanding sekolah reguler.

Selain itu, perkembangan bakat, minat, dan kecerdasan siswa terantisipasi sejak dini melalui pantauan program bimbingan dan konseling. Manfaat lainnya, yaitu meningkatkan gengsi orangtua yang memiliki orientasi terhadap hal-hal yang bersifat prestisius.

Kendati demikian, full day school juga memiliki kekurangan. Hal inilah yang kemudian menimbulkan berbagai kritik di tengah masyarakat.

[Program 'Full Day', Sekolah Milih Tunggu Kepastian]

Pertama, pembelajaran sehari penuh membutuhkan kesiapan fisik daan psikologis. Jika tidak siap, siswa akan bosan bahkan frustasi. Kedua, anak-anak akan banyak kehilangan waktu untuk belajar tentang hidup bersama keluarganya di rumah.

Kekurangan berikutnya, full day school membuat anak-anak banyak kehilangan waktu untuk belajar tentang hidup bersama keluarganya di rumah. Penerapan konsep ini di sekolah swasta bahkan membutuhkan biaya yang umumnya lebih mahal daripada sekolah biasa. (*)

BERITA REKOMENDASI