Belajar Online, Kualitas Jaringan Perlu Jadi Pertimbangan

Oleh karenanya, Ridwan menekankan, harga yang murah bukanlah jaminan untuk mendukung kelancaran proses belajar online, apalagi kualitas jaringan satu operator berbeda satu sama lain, terutama di luar Jakarta, termasuk di daerah 3T.

“Di Jakarta mungkin sinyal seluruh operator telekomunikasi tersedia dengan kapasitas yang hampir seragam. Namun di daerah non perkotaan dan tidak memiliki banyak penduduk, sinyal dan kapasitas operator sangat minim,” kata Ridwan.

Ia menyebut, ada operator yang hanya memiliki satu BTS di satu wilayah kecamatan sehingga sinyal dan kapasitas broadband-nya terbatas. Untuk itu, agar peserta didik nyaman dalam belajar online, ia menyebut perlu kecepatan internet minimal 1,5Mbps.

“Karena untuk melakukan pembelajaran jauh dengan Zoom, Google Meet atau layanan video conference lain dibutuhkan bandwidth yang cepat dan latensi rendah. Kekuatan sinyal juga harus dimiliki operator untuk mendukung belajar online,” katanya.

Ridwan menyebut, minimal operator telekomunikasi selular harus bisa memberikan sinyal 3 bar agar proses belajar peserta didik tidak tergangu.

“Kalau operator telekomunikasi mau memberikan layanan yang terbaik bagi peserta didik, mereka harus meng-upgrade kapasitas dan kualitas di daerah tersebut. Sehingga Kemendikbud dan Dinas Pendidikan di Daerah harus bisa memilih serta merekomendasikan operator yang dapat memberikan layanan terbaik,” katanya.

BERITA REKOMENDASI