Besok, Hasil UN SMP Diserahkan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Hasil UN SMP tahun 2018 akan diserahkan ke siswa melalui sekolah pada Senin (28/05/2018). Jadwal ini sesuai dengan petunjuk teknis pos Ujian Nasional (UN) tahun 2018.

"Setelah nilai UN tersebut diterima pihak sekolah, maka pihak sekolah akan melakukan rapat guna menetapkan nilai masing-masing siswa. Siapa yang lulus dan tidak lulus sepenuhnya menjadi kewenangan sekolah. Dengan mengacu pada nilai UN dan nilai ujian sekolah serta pertimbangan lain dari pihak sekolah. Ini sebagai antisipasi anak-anak tidak melakukan konvoi,atau melakukan Corat coret" ungkap Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad ketika dihubungi Minggu (27/05 2018).

BACA JUGA :

Mendikbud Akui Terjadi Penurunan Nilai UN SMP

Mulai Hari Ini, Siswa dan Guru Bisa Cek Hasil UN SMP

 

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami penurunan. "Memang ada penurunan skor dengan adanya soal High Order Thinking Skills (HOTS). Bahkan SMP lebih parah (penurunan skornya)," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy. 

Mendikbud juga menuturkan penurunan nilai rata-rata tersebut ada kaitannya dengan integritas. Hal itu dikarenakan semakin tinggi integritas, maka nilai UN akan mengalami penurunan.

Di jenjang SMP, jumlah sekolah yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 63 persen. Jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2017, yang mana UNBK untuk SMP sekitar 30 persen.

Menurutnya, dengan adanya soal-soal dengan daya nalar tinggi atau HOTS tersebut, siswa bisa mengetahui kondisi riil di lapangan. "Di satu sisi, banyak siswa yang komplain dengan adanya soal HOTS ini. Tapi di sisi lain, jumlah siswa yang mendapatkan nilai sempurna untuk mata pelajaran matematika tingkat SMA naik dua kali lipat," tambah dia. 

Soal dengan daya nalar tinggi, lanjutnya, merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari agar siswa memiliki kemampuan abad 21. Untuk itu, dia meminta PGRI untuk membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam melakukan pelatihan guru. (Ati)

BERITA REKOMENDASI