Buntut Pengusiran Uung, Mahasiswa Gugat Bupati

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Uung Febri seorang mahasiswa Musi Banyuasin Sumatera Selatan diusir dari asrama tempatnya tinggal. Ia diminta meninggalkan Asrama Ranggonang yang terletak di Jalan Tunjung Baru Gondokusuman oleh pihak Pemkab Musi Banyuasin karena dianggap sebagai dalang dibalik aksi penolakan Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Musi Banyuasin (Muba) Yogyakarta atas 'rekreasi' pejabat pemerintah berkedok silaturahmi.

Ketua Umum Asrama Ranggonang Risa Febriana Zuber menyampaikan, aksi tersebut terjadi saat acara silaturahmi yang berlangsung antara Pemkab Musi Banyuasin dengan Forum Silaturahmi Masyarakat Muba Yogyakarta (Fosmabayo) di Hotel Sheraton Yogyakarta pada 17 November lalu. Aksi tersebut dipicu janji Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin yang akan memberikan beasiswa 2 – 3 kali lipat lebih besar dari sebelumnya, dalam sambutannya saat pelantikan IKPM Muba Yogyakarta Periode 2017-2019.

"Namun pada kenyataannya sampai saat ini janji tersebut belum terealisasi. Bahkan penyaluran beasiswa reguler Rp 3 juta per tahun pun sudah terhenti sejak dua tahun terakhir. Maka menjadi sebuah kewajaran jika hal tersebut memicu aksi mahasiswa yang menjadi saksi hidup dan korban janji pernyataan bupati," kata Risa di Asrama Ranggonang, Sabtu (07/12/2019).

Dalam kesempatan tersebut mahasiswa mengajukan tuntutan agar bupati menepati janjinya. Namun saat itu malah terjadi insiden yang tidak diinginkan dan mengakibatkan acara silaturahmi tidak berjalan sesuai rencana.

"Aksi yang dirancang dengan damai tersebut, pada akhirnya berakhir ricuh. Para pejabat yang hadir dan beberapa orang yang mengawal Bupati Musi Banyuasin tidak terima dengan aksi tersebut," tambahnya.

Aksi di Sheraton itu pun berbuntut panjang. Pemkab Musi Banyuasin pada akhirnya mengeluarkan surat pengusiran Sabtu tanggal 30 November lalu terhadap Uung Febri.

Risa sangat menyayangkan keputusan sepihak ini tanpa melalui prosedur SP1, SP2 dan SP3. Padahal, dari hasil mediasi pasca kericuhan di Sheraton, telah disepakati mahasiswa akan memenuhi permintaan dari pemkab agar meminta maaf secara langsung kepada bupati. Jika tuntutan itu dilakukan selanjutnya Pemkab Musi Banyuasin akan memenuhi tuntutan dari mahasiswa.

Risa mengatakan IKPM Muba Yogyakarta menyatakan sikap dan mengajukan beberapa tuntutan, yakni meminta Pemkab Musi Banyuasin mencabut surat keputusan yang telah diberikan kepada Uung Febri. Selanjutnya menagih janji Bupati Musi Banyuasin untuk menaikkan beasiswa menjadi 2-3 kali lipat seperti yang telah diumumkan secara luas.

Uung Febri sendiri sekarang mengungsi ke Kampusnya di Universitas Proklamasi 45 (UP45) Babarsari, Sleman. “Sementara saya tidur di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik, mandi pun saya menumpang di UP45,” kata mahasiswa angkatan 2018 ini. (*)

BERITA REKOMENDASI