Bunyi Bonang Seperti Musik Kuil di Jepang

SEPERANGKAT gamelan Jawa dan satu unit orkestra menyambut kedatangan 10 siswi Harima High School Hyogo-ken Jepang di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, Rabu (3/8/2016). Mereka berkunjung bersama 10 siswi SMA Tarakanita 1 Jakarta, rombongan dipimpin oleh Kepala Sub Divisi Pendidikan Yayasan Tarakanita Pusat Ambrosius Sigit Kristiantoro.

Bukan hanya menyuguhkan musik gamelan Jawa dan permainan orkestra saja, siswa SMA Stella Duce 2 juga menyuguhkan tarian Jawa. Kemudian, siswi dari Jepang menampilkan tari tradisional mereka. Acara kunjungan diakhiri dengan siswi dari Jepang itu belajar memainkan gamelan Jawa.

"Bunyi bonang seperti bunyi musik kuil di Jepang," komentar Matsumoto Ami dan Ocho Miki dua siswi dari Jepang. Tetapi di Jepang tidak ada musik seperti gamelan. Menurut mereka berdua, belajar memainkan gamelan ternyata sulit. Mereka mencoba memainkan mengikuti notasi di papan tulis dipandu oleh guru karawitan SMA Stella Duce 2. Ketika ditanya tentang lagu 'Bengawan Solo', Matsumoto Ami dan Ocho Miki mengaku belum pernah mendengar lagu ciptaan Gesang itu yang kabarnya terkenal di sana. Mungkin hanya generasi tua yang mengenal lagu tersebut.

Menurut Ambrosius Sigit Kristiantoro, Harima dan Tarakanita sudah bekerjasama selama empat tahun. Dari Harima dua kali datang di Indonesia, dari Tarakanita juga dua kali mengirim siswanya termasuk dari SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Dua yayasan itu menurut Sigit, sama-sama punya komitmen pada pendidikan karakter, dan siswanya juga sama-sama putri semua.

"Harima berbasis budaya tradisional," kata Sigit. Di antaranya tentang etika di Jepang, melestarikan tradisi minum teh, dan budaya-budaya asli Jepang lainnya. Dalam pendidikan karakter mereka berlandaskan pada ajaran Shinto dan Buddha. (War)

BERITA REKOMENDASI