Dorong Minat Baca, Kultur Belajar Harus Diubah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kabalitbang Kemdikbud Totok Suprayitno menilai kultur belajar harus diubah untuk meningkatkan minat baca.

Menurut Totok berdasarkan Penilaian Pelajar Internasional atau Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, kemampuan membaca siswa Indonesia hanya mendapatkan skor 371. "Jadi kultur belajar jangan menunggu instruksi atau proyek. Kultur belajar adalah habbit yang bisa dilakukan sejak besok,” ujar Totok.

Selain itu, kata Totok sekolah lebih melibatkan siswa dalam membaca, serta mendorong siswa untuk melakukan aktivitas membaca sebagai hiburan di waktu luang.

Dirinya menjelaskan untuk meningkatkan kemampuan membaca salah satunya adalah siswa yang dilibatkan oleh guru dalam pelajaran membaca.

Menurut rilis PISA siswa seperti ini memiliki skor membaca 30 poin lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak pernah atau jarang terlibat. "Siswa yang menghabiskan lebih banyak waktu dalam seminggu untuk membaca sebagai hiburan di waktu luangnya, capaian skornya lebih tinggi 50 poin," kata Totok.

Totok menjelaskan pelaksanaan studi PISA tahun 2018 diikuti 399 satuan pendidikan dengan 12.098 peserta didik. Pada tahun 2018 Indonesia pertama kali mengikuti studi PISA berbasis komputer.
Dirinya menyebut bahwa hasil PISA tidak hanya sekadar skor dan ranking. Hasil studi PISA menjabarkan perilaku anak, kondisi belajar anak, latar belakang anak, cara mengajar guru, dan seterusnya.

Totok mengapreasiasi hasil studi PISA yang menunjukkan fakta bahwa siswa kurang beruntung secara ekonomi di Indonesia tetap bisa berprestasi.(ati)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI