Dosen Unjaya Ajak Milenial Wujudkan Desa Siaga Sehat dan Mandiri di Masa Pandemi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Untuk memberikan bantuan, edukasi, dan skrining kesehatan atau promotif dan preventif kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19, tim dosen dan mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) menyelenggarakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan PKM yang bersinergi dengan Puskesmas Kalasan ini bertema ‘Buka Hati Mari Beraksi BEM Fkes Berjuta Kasih Menuju Desa Siaga yang Sehat dan Mandiri’.

Kegiatan dihadiri oleh Panewu Kapanewon Kalasan, para tokoh masyarakat di Kapanewon Kalasan, dan perwakilan kader Putra Putri Kalasan Sehat Siaga Terpadu (Parikesit) dari 4 Desa yang ada di Kapanewon Kalasan. Tim Dosen Unjaya terdiri dari Dosen Prodi Ilmu Keperawatan (S1), (Ners), dan Teknologi Bank Darah (D3) Fkes Unjaya, bersama BEM FKes Unjaya.

Ketua Tim PKM Dosen Unjaya Suwarno, S.Kep., Ns., MNS. menuturkan, Program PKM kali ini adalah sebagai bentuk implementasi kerja sama dengan Puskesmas Kalasan yang telah dilaksanakan dari tahun 2018 hingga saat ini.

“Dengan fokus Pelayanan Kesehatan Primer kepada masyarakat yang menjadi program unggulan Program Studi Ilmu Keperawatan FKes Unjaya,” ujar Kepala bidang kerja sama Unjaya ini, Selasa (12/01/2021).

Selain hal tersebut, Suwarno menyampaikan, kegiatan ini juga sebagai kegiatan lanjutan dari launching Gebyar Parikesit pada tahun 2019 di Kelurahan Tirtomartani. Dengan memfokuskan pada Inovasi Pak Tani Basmi Suket Teki yang diinisiatori oleh perawat Puskesmas Kalasan Sriyati Sipora, S.Kep., Ns. “Yang dalam pelaksanaanya berkolaborasi dengan Dosen dan Mahasiswa FKes Unjaya,” ungkap Suwarno.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan PKM dari BEM FKes Unjaya Al Qiara Regita Priyadi menjelaskan, pelaksanaan Program kerja BEM Fkes tidak hanya dilakukan dalam internal kampus saja. Saatnya BEM FKes Unjaya melakukan hal yang bermanfaat untuk masyarakat khususnya kaum milenial dalam menjaga kesehatannya sebagai upaya untuk mendeteksi, mengurangi, dan mencegah berbagai penyakit fisik maupun mental.

“Kegiatan PKM ini merupakan turunan dari kegiatan Faculty of Health Warehouse Project 2 (FHWP 2). Maka dilaksanakanlah kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran, edukasi, dan mendorong generasi millenial dalam meningkatkan rasa kemanusiaannya ditengah pandemi Covid-19,” kata Regita.

Sasaran kegiatan penyuluhan ini, lanjut Regita, adalah kelompok remaja yang terdiri atas 30 orang dan lintas sektor yang hadir 20 orang. Kegiatan yang telah dilaksanakan berupa skrining tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan kolesterol, hemoglobin, asam urat, dan gula darah.

Kegiatan PKM juga diisi dengan penyuluhan kesehatan jiwa remaja dengan tema “Remaja Anti Galau? Kenapa Tidak?” yang disampaikan oleh Dosen Prodi Ilmu Keperawatan Unjaya Fajriyati Nur Azizah, S.Kep., Ns., M.Kep.Sp.Kep.jiwa.

Sebagai penutup, pada kegiatan ini, tidak hanya diberikan bantuan dan edukasi namun dilakukan juga pemberian sertifikat penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI kepada Ketua Kader Parikesit Dusun Jarakan yang diwakili oleh perwakilan Dinkes Pemerintah Kabupaten Sleman.

Kemudian, serah terima media edukasi dari Kepala UPT Puskesmas Kalasan kepada Panewu Kapanewon Kalasan yang dilanjutkan dengan penyerahan 4 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dari perwakilan Dinkes Pemkab Sleman kepada Tim Inovasi media Edukasi yang diterima oleh Ketua tim Inovator Pak Tani Basmi Suket Teki, didampingi oleh Kepala UPT Puskesmas Kalasan, dan tim inovasi media edukasi dari Dosen FKes Unjaya.

Selanjutnya, pemberian penghargaan dari BEM FKes Unjaya kepada Ketua Kader Parikesit dan seperangkat alat kesehatan serta protocol Covid-19 kits. Dan yang terakhir pemberian handsanitizer dari lembaga keris kepada para Kader Parikesit yang diwakili oleh Tim BEM FKes Unjaya.

“Kegiatan PKM ini dilakukan dengan menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan dan Penyebaran Covid-19. Diantaranya mewajibkan para peserta untuk cuci tangan, cek suhu tubuh, menggunakan masker dan jaga jarak dengan mengatur jarak antar kursi sekitar 1,5 meter dengan peserta lainya,” terang Suwarno. (*)

BERITA REKOMENDASI