Dosen Unriyo Gelar Pelatihan Deteksi Dini Anemia di Lapas Perempuan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Para dosen Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) menggelar program pengabdian masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan IIB Yogyakarta, Kamis (05/11/2020). Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kadar Hb dan status gizi, serta pelatihan deteksi dini anemia.

Tim program pengabdian masyarakat ini diketuai Devillya Puspita Dewi, S.Gz yang merupakan dosen Prodi Gizi Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan. Anggota tim terdiri dari Kuntari Astriana, S. Gz., M. Gizi juga dari Prodi Gizi Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan serta Dewi Setyaningsih, S. Si. T., MPH dari Prodi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan.

Devillya Puspita Dewi mengatakan, masyarakat selama ini terkadang menyepelekan anemia. Padahal penyakit ini jika tidak ditangani dengan baik akan dapat membahayakan, terlebih lagi bagi kaum perempuan.

“Risiko anemia pada perempuan bisa menyebabkan produktifitas rendah. Apabila dalam kondisi hamil maka mempunyai risiko berat bayi lahir rendah dan imunitas menurun,” ungkap Devillya Puspita Dewi disela kegiatan.

Ia mengatakan, khususnya kaum perempuan hendaknya bisa mendeteksi dini anemia secara mandiri. Gejala sederhana seseorang mengidap anemia diantaranya mudah lelah, kulit pucat, sesak nafas hingga jantung mudah berdebar.

Jika mengalami gejala tersebut hendaknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun untuk pencegahan, bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, vitamin, serta mineral lainnya.

Devillya Puspita Dewi menambahkan selain menggelar pemeriksaan gratis dan deteksi dini anemia, dilaksanakan pula pelatihan pembuatan pangan lokal bagi para warga binaan perempuan di lapas ini. Salah satunya pembuatan nugget ayam yang diolah dengan daun kelor.

Ia mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan para warga binaan perempuan dapat meningkatkan kualitas kesehatannya. Selain itu ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat bermanfaat setelah keluar dari lapas nantinya.

“Alasan kegiatan dilakukan di lapas karena warga binaan perempuan mempunyai risiko untuk menderita anemia. Harapannya pelatihan pengolahan produk pangan lokal ini sebagai bekal keterampilan besok jika sudah bebas,” jelasnya.

Setidaknya 82 warga binaan perempuan mengikuti pemeriksaan maupun pelatihan gratis ini. Kegiatan dibuka oleh Kasie Binadik dan Giatja Lapas Perempuan IIB Yogyakarta, Diana Anggar Kusuma dengan seluruh rangkaian pelaksanaan tetap mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (*)

BERITA REKOMENDASI