Dosen Unriyo Kembangkan Keripik Sayur BUMDes Sambirejo

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Wisata Tebing Breksi mendorong pertumbuhan ekonomi warga dan juga perkembangan Desa Sambirejo. Aturan pemerintah yang mengharuskan setiap desa untuk mempunyai Badan Usaha Milik Desa, membuat Desa Sambirejo juga harus mempunyai BUMDes.

Selain masalah Administrasi, BUMDes sudah seharusnya menyiapkan unit usaha yang bisa meningkatkan pendapatan yang diperoleh BUMDes. Salah satu usaha yang berusaha diadakan adalah Keripik Sayur sebagai produk oleh oleh khas Tebing Breksi. Usaha produksi keripik sayur di Desa Sumberejo sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh warga, hanya saja produk tersebut belum dikenal sebagai produk unggulan desa.

Peluang tersebut ditangkap oleh Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) untuk melakukan pendampingan BUMDes, dengan harapan BUMDes Desa Sambirejo bisa menjalankan fungsinya untuk lebih menyejahterakan warga Desa Sambirejo.

Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD), Tim PKM Unriyo membantu mengembangkan unit usaha Keripik Sayur BUMDes Sambimulyo, Sambirejo, Sleman, Yogyakarta. Diketuai oleh Lila Retnani Utami, S.E, S.Pd, M.Si, dan beranggotakan V. Wiratna Sujarweni, SE., MM., MT., Aditya Arisudhana, SE.Akt, MAcc, ACPA, dan dibantu oleh mahasiswa Prodi Akuntansi FISE Unriyo Pangestuti Rahayu. Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dibiayai dengan Dana Hibah Internal PPPM Unriyo 2019/2020.

Lila Retnani Utami menuturkan, kegiatan PKM ini bertujuan agar BUMDes dapat mengelola usaha yang dipunyai dan dapat mengembangkan usaha baru yang profitable melalui PPPUD. Sehingga uang yang dikelola bisa berkembang dan dapat digunakan sebesar besarnya untuk masyarakat Desa Sambirejo.

“Tim PKM membantu anggota BUMDes Sambimulyo yang mempunyai usaha produksi keripik sayur melalui pelatihan untuk melakukan pengemasan yang lebih baik dan mulai mengenalkan konsep pemasaran yang lebih luas,” ujar Lila Retnani Utami, (16/12/2020).

Lila Retnani Utami menyampaikan, peserta adalah anggota dan pengurus BUMDes terutama yang mempunyai usaha produksi keripik sayur. Peserta pelatihan diberikan materi mengenai pengemasan produk yang lebih kekinian yang diharapkan bisa lebih menarik konsumen baik wisatawan yang berkunjung langsung ke obyek wisata Breksi maupun konsumen umum lainnya.

“Selanjutnya akan dilakukan pendampingan. Selain menarik konsumen, diharapkan dengan pengemasan yang baru maka keripik sayur akan lebih terjaga kualitasnya baik dari segi kerenyahan maupun batas produk layak di konsumsi,” ungkap Lila Retnani Utami.

Semantara itu, Wiratna Sujarweni menjelaskan, pelatihan pemasaran dengan mengenalkan pemasaran online melalui media sosial dan digital marketing. Juga pemasaran offline melalui pameran yang bekerja sama dengan Rumah Kreatif Sleman (RKS).

“Diharapkan keripik sayur yang diharapkan menjadi produk unggulan Desa Sambirejo menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya terbatas pada masyarakat sekitar Desa Sambirejo,” imbuh Wiratna Sujarweni. (*)

BERITA REKOMENDASI