Ekstra Ketat! SBMPTN Jangan Ada Kecurangan

SOLO, KRJOGJA.com – Ketua Panitia Pusat SBMPTN 2017 Prof Dr Ravik Karsidi MS menyatakan pihaknya telah mengembangkan sistem pengamanan naskah ujian ekstra ketat. Ini dalam rangka untuk menghindari terjadi kebocoran. Panitia juga telah mengembangkan sistem deteksi kecurangan.

"Jadi kami telah berupaya menjaga keamanan naskah maupun kecurangan yang lain dalam suatu sistem," tandas Prof Ravik Karsidi. Distribusi naskah ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 yang digelar, Selasa (16/5/2017), telah berjalan. Begitu juga ruang dan lokasi ujian telah disiapkan sesuai jumlah prserta yang terdaftar.

Menurut Prof Ravik, sistem deteksi kecurangan yang dikembangkan juga untuk para peserta. Panitia tidak ingin ada peserta yang mencoba berlaku curang saat mengikuti SBMPTN. "Insya Allah jika ada peserta yang melakukan tindak kecurangan panitia siap menindak tegas," jelasnya.

Secara pribadi Ptof Ravik yang sehari-hari sebagai rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengaku sering tidak berada di ruang kerja. Itu sebagai antisipasi adanya tamu yang berniat menitipkan nomor. "Jadi masyarakat jangan percaya kalau ada orang yang mengaku dekat dengan saya dan bisa menguruskan," tegasnya.

Panitia bertekad menjaga obyektifitas dan kejujuran. Jadi hanya kemampuan akademik peserta yang bisa meloloskan. Tidak ada pihak lain termasuk ketua panitianya.(Qom)

BERITA REKOMENDASI