Gara-gara Hajatan Dusun Kedawung Wonogiri “Lockdown”

Editor: Ary B Prass

WONOGIRI, KRJogja.com– Dusun Kedawung Desa Saradan Kecamatan Baturetno Wonogiri melakukan lockdown menyusul banyaknya warga yang terkonfirmasi positif korona.  Di dusun itu ada 18  warga yang positif terpapar korona setelah menghadiri hajatan di Kudus. Selain Baturetno Kecamatan Karangtengah juga melonjak dratis dalam kasus Covid 19 di kabupaten tersebut belakangan ini.
Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengakui peningkatan kasus positif Covid-19 di Wonogiri saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (10/6/2021) siang. “Kedua wilayah itu melonjak (kasus Covid) karena sama-sama ada warga yang pulang dari Kudus yang notabene masuk zona merah di Jateng,” tandasnya.
Terkait penutupan atau lockdown Dusun Gedawung merupakan keputusan koordinasi dengan Camat Baturetno dan para Kepala Desa se kecamatan. Isolasi lokal menurutnya perlu dilakukan demi mencegah adanya aktivitas masyarakat setempat yang tidak terkontrol dan bisa berpotensi menimbulkan penularan bahkan klaster baru.
Dikatakan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Baturetno saat ini sudah berinisiatif untuk menunda agenda hajatan yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat terlebih dahulu atas ditemukannya kasus tersebut. Seluruh kepala desa disana, kata Jekek, sudah berkomitmen untuk mensukseskan hal itu demi kepentingan bersama.
Berdasarkan data yang didapat dari website resmi Pemkab Wonogiri, dalam dua hari terjadi penambahan 126 kasus baru. Rinciannya pada Selasa (8/6/2021) tercatat ada 97 penambahan kasus baru. Sementara pada Rabu (9/6/2021) ada penambahan 29 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
“Saat ini kita masih menunggu 211 sampel swab. Diantaranya juga termasuk pengambilan sampel di Baturetno,” kata dia.(Dsh)

BERITA REKOMENDASI