Gelar Survei di DIY, UAD Sebut Anak Muda Enggan Terlibat Politik

YOGYA (KRjogja.com) – Clinic for Community Empowernment Fakultas Psikologi UAD menggelar survei pada 482 anak muda di Yogyakarta yang sudah masuk kriteria pemilih pemula yakni berusia 17 tahun. Hasilnya cukup mencengangkan di mana hampir sebagian besar anak-anak muda tidak lagi peduli pada dunia politik.

Dr Hadi Suyono SpSi Direktur Clinic for Community Empowernment Fakultas Psikologi UAD kepada wartawan Kamis (27/10/2016) mengatakan dari 482 sample yang diambil dari berbagai wilayah DIY, 73,24 persen tidak mengetahui nama-nama calon yang akan beradu visi misi di ajang pemilihan kepala daerah. Menurut pria yang juga dosen Psikologi UAD ini anak-anak muda tersebut merasa acuh dengan dunia perpolitikan terutama setelah melihat figur tokoh politik yang dinilai hanya ingin mencari kemenangan dan kekuasaan.

"Dari pendekatan kognisi sosial mereka tertanam pikiran bahwa politisi hanya memikirkan kekuasaan dan sarang korupsi. Itu sampai sekarang masih melekat di pikiran anak muda dan mereka semakin apatis dengan urusan politik, itu salah satu alasan mengapa yang tidak peduli angkanya mencapai 73,24 persen," terangnya.

Menurut Hadi, adanya ketidakpedulian ini dikhawatirkan bisa membawa efek negatif terutama bagi keberlangsungan perpolitikan Indonesia kedepan. "Ada politisi muda pun rata-rata karena ayahnya ketua parpol atau punya power di daerah yang tetap tujuannya melanggengkan kekuasaan, pemuda lainnya sudah terlalu emoh ambil bagian," lanjutnya lagi.

Dari pandangan psikologis, Hadi juga menyampaikan pentingnya peran media massa dalam menampilkan politisi-politisi yang ada di Indonesia. "Ketika yang ditampilkan media hanya sosok politisi bermasalah, dan bukan role model yang baik maka tidak heran bila anak-anak muda semakin malas, karena itu kami nilai peran media massa juga penting," ungkapnya lagi.

Pihak UAD sendiri berharap dengan adanya survei dari Clinic for Community Empowernment Fakultas Psikologi UAD bisa menyentil politisi-politisi terutama di Kota Yogyakarta dan Kulonprogo yang sebentar lagi akan bersaing di Pilkada 2017. "Sudah saatnya politisi berubah, karena kalau tidak 10-20 tahun lagi tidak ada lagi pemilih muda," pungkasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI