Gerakan Bantul Bersama 2025, Sosialisasi Pengolahan Sampah ‘Eco Enzyme’

Editor: Ary B Prass

BANTUL, KRJOGJA.com – Pengelolaan sampah dibeberapa dusun di Yogyakarta masih menimbulkan permasalahan seiring dengan meningkatnya populasi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. TPA Piyungan saat ini dalam keadaan darurat.

Kapasitasnya sudah hampir penuh dan sering mengalami kendala operasional (penghentian pelayanan).

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan di TPA Piyungan diperkirakan hanya dapat menampung sampah sampai akhir tahun 2022.

Oleh karena itu, Mahasiswa KKN Alternatif 81 unit IV.D.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sosialisasi mengenai pengolahan sampah kepada masyarakat Dusun Dongkelan, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Rabu (08/06/2022).

Sosialisasi ini dilaksanakan untuk mendukung program Pemerintah Daerah Bantul, Gerakan Bantul Bersih Sampah (Bantul Bersama) 2025.

Zulfani Aflah Afdal selaku narasumber dan Ketua Unit KKN 1V.D.2 menjelaskan tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan untuk tetap sehat dan bersih.

Salah satunya dengan cara melakukan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme serbaguna.

“Masyarakat diajak mempraktikan langsung bagaimana cara pengolahan sampah melalui pembuatan eco enzymee,” ujarnya, Jumat (10/06/2022).

Dijelaskan Zulfani, Eco enzyme adalah cairan serbaguna yang dibuat melalui proses fermentasi selama tiga bulan.

Adapun bahan untuk membuat eco enzyme, yaitu gula aren atau gula jawa, sisa sayuran atau buah dan air.

BERITA REKOMENDASI