Guru Harus Tumbuhkan ‘Rasa Ingin Tahu’ Anak

YOGYA, KRJOGJA.com – Seorang guru harus memfasilitasi atau menciptakan iklim atau suasana agar ‘rasa ingin tahu’ anak-anak peserta didik berkembang. Bila guru dapat memicu rasa ingin tahu seorang anak, seringkali anak akan belajar tanpa bantuan lebih lanjut, karena anak-anak secara naluriah adalah pembelajar mandiri. Demikian dikatakan Pengamat Pendidikan sekaligus Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal kepada KRJOGJA.com, Rabu (16/9/2020).

Nur Rizal mencontohkan pertumbuhan seorang bayi yang sering mengambil atau memasukkan barang apapun ke dalam mulutnya hanya untuk merasa dan mendefinisikan sesuatu di dalam kerja otaknya. “Jadi rasa ingin tahu (curiosity) adalah mesin menuju sebuah pencapaian atau Engine of Achievement,” ujarnya.

Alasan Nur Rizal mengatakan ini karena ‘rasa ingin tahu’ akan menggerakkan segala daya upaya anak-anak untuk mengeksplorasi, berani bertanya akan sesuatu yang tidak diketahuinya, berinisiatif bahkan berpotensi menumbuhkan determinasi (gigih untuk mencapai sesuatu).

BERITA REKOMENDASI