Guru Saat ini Kurang Merdeka Belajar

JAKARTA, KRJOGJA.com – Anggota BSNP Doni Koesoema A usai bertemu dan berdialog dengan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim di Kantor Kemdikbud Jakarta,Senin (3/2 2020) menilai

"Jadi guru-guru yang seleksi baru perlu berinovasi , guru-guru  yang lama harus berani mengikuti perubahan itu untuk mengembangkan diri, karena mekanisme kebijakan tentang guru belum dikeluarkan" ungkapnya.

Doni menjelaskan sebagai supporting system tetap melaksanakan amanat guna memberikan rekomendasi dan mengembangkan standar nasional pendidikan. Sampai tahun 2019 sudah merevisi 8 standar nasional pendidikan.  "Sekarang kan tinggal finalisasi karena ada perubahan kebijakan merdeka belajar. Kami perlu menyesuaikan diri juga melihat. Jadi misalkan standar proses, itu kan terkait dgn rpp. Kemudian standar isi bagaimana nanti ke depan. Jadi kami memang sedang mempersiapkan beberapa hal yang memang kita selaraskan dgn visi merdeka belajar itu."

Mendikbud Nadiem  Anwar Makarim menjelaskan bahwa semua sedang dipersiapkan jadu nggak perlu khawatir. Dalam proses perubahan memang ada kebingungan, kegalauan,karena  99 persen dari 99 sundut pandang yg beliau amati perubahan itu pasti membawa ketidaknyamanan. tetapi itu awal dari sebuah proses perubahan lah ya. artinya kita semua tertantang untuk berpikir, berinovasi.ujarnya.

Mengenai merdeka belajarmemang belajar itu harus  merdeka, guru harus mandiri mengembangkan. bahkan dari sistem kurikulum pun sekolah itu nantinya bisa mengembangkan sendiri. 

"Harus ada banyak alternatif. Dan karena tantangan kita itu sifatnya global maka benchmarking dgn sekolah-sekolah yang global, asesmen internasional, itu kan harus ada. Karena  kalau kita mau bersaing di dunia global tapi ga punya patokan untuk kita sendiri kan ya salah, repot." (Ati)

BERITA REKOMENDASI