Guru Tidak Boleh Berharap dari Murid

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Betapapun keberhasilan seseorang setelah lepas dari sekolah, maka seorang guru yang telah mendidik dan membimbingnya tetap tidak boleh berharap pemberian sesuatu dari murid. Gaji guru telah diberikan oleh pemerintah, dan orang tua bagi guru swasta.

“Keteladanan seorang gurulah yang sangat dibutuhan, sehingga kebahagiaan seorang guru tidak akan dimiliki oleh profesi lain,” kata Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen Dr H Khomsin MPd pada seminar nasional pendidikan yang diselenggarakan PGRI Cabang Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo di Gedung PGRI setempat, Minggu (15/10/2017).

Seminar yang diikuti para guru dari Kemenag ini juga menampilkan pembicara Dr H Muqowim SAg MAg dosen senior Universitas Islam Negeri (UIN) Yogya, Dr Hj Ida Zulaeha MHum dosen Senior Universitas Negeri Semarang (UNES).

Seorang guru lanjut Khomsin, harus bisa memberikan keteladanan terhadap setiap anak disiknya. Dari kehadiran di sekolah, seyogyanya guru datang lebih awal daripada murid. Begitupun kepala sekolah, harus lebih dulu dari guru lainnya.

“Dalam pendidikan karakter, keteladanan akan lebih membekas dari pada hukuman fisik, maka seorang guru harus lebih banyak memberikan contoh,” jelasnya.

Guru sebagai agen revolusi mental dalam pendidikan menurut Muqowim, untuk membangun bangsa ini harus mengedepankan jiwa daripada fisik. “Cara terbaik untuk memperbaiki jiwa, adalah melalui pendidikan,” jelasnya.(Nar)

 

BERITA REKOMENDASI