Gus Hilmy Tak Setuju UN Ditiadakan, Kenapa?

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dr KH Hilmy Muhammad menegaskan dirinya tidak setuju terhadap rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang ingin menghapus Ujian Nasional (UN). Alasannya UN bukan sekadar unjuk prestasi pelajar tapi juga penting mengingat UN merupakan bagian dari upaya standarisasi pendidikan Nasional. 

"Artinya melalui Ujian Nasional kita bisa mengetahui kemampuan rata-rata anak secara nasional, dengan demikian kita bisa melihat kesiapan generasi penerus untuk mengemban estafet kepemimpinan bangsa dan pembangunan Nasional. Melalui UN kita memastikan anak-anak kita di seluruh Indonesia memiliki kesetaraan pengetahuan dan kampuan umum yang sejajar," tegasnya saat menjadi pemateri dalam Pendidikan Politik Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kulonprogo di rumah Ketua DPC PKB setempat, Sihabudin Desa Tirtorahayu Kecamatan Galur, baru-baru ini. 

Sedang berkait dengan dunia internasional, kata anggota DPD RI warga Nadliyin tersebut, tentu kita menginginkan anak-anak Bangsa mampu berdaya saing di tingkat global. "Boleh saja Ujian Nasional ditiadakan tapi mekanisme standarisasi harus dirumuskan," tegasnya. 

Sementara berbicara tentang pendidikan politik, pria yang biasa disapa Gus Hilmy menekankan perlunya kader-kader muda PKB Kulonprogo untuk siap mengisi peluang dan kesempatan sebagai pejabat publik di manapun level mereka berada.  

"Dalam kerangka PKB sebagai partai yang nasionalis religius penting, karena upaya membina dan melestarikan Islam yang rahmatan lil alamin dan penjaminan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap dengan dasar dan falsafah Pancasila sangat bisa diharapkan dari kader-kader PKB," ujarnya menambahkan pentingnya kader PKB berpolitik. 

"Tugas berat PKB saat ini, karena wakil presiden (wapres) merupakan kiai," tegasnya.

Sedangkan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kulonprogo KH Wasiludin berbicara tentang hubungan historis PKB dengan NU. Menurutnya massa PKB sudah jelas yaitu warga Nahdliyin. "Tinggal PKB-nya yang harus pandai-pandai menggarapnya. Ngopeni jamaah-jamaah," terangnya. 

Ketua DPC PKB Kulonprogo, Sihabudin mengatakan, pendidikan kader politik penting supaya kader-kader partai yang dipimpinnya lebih mengetahui tujuan berpolitik. "Kami mereview mengapa kita harus berpartai, apa penting kita berpartai dan apa bedanya PKB dengan parpol lainnya serta mengapa kader-kader PKB harus mengetahui tentang negara. Tujuannya adalah untuk mewujudkan tatanan pemerintah yang lebih baik dan mengawal cita-cita luruh para pendiri bangsa khususnya pendiri NU untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin," katanya.(Rul)

BERITA REKOMENDASI