Hilangkan Stigma Sekolah Muhammadiyah Mahal

YOGYA, KRJOGJA.com – Kepala Sekolah (Kepsek) Muhammadiyah yang baru dilantik punya tugas menghilangkan stigma Muhammadiyah sekolah mahal. 

"Ada stempel merah, Muhammadiyah sekolah mahal. Maka stigma itu harus dihilangkan," ujar Drs H Akhid Widi Rahmanto, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta saat melantik 4 Kepala SD Muhammadiyah di Aula PDM, Jalan Sultan Agung, Rabu (07/08/2019) sore. Tampak hadir dan pelantilan itu antara lain, Drs H Sukemi Tirta (Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Yogya), M Harpan Nursitardhi MPdI (Wakil Bendahara PDM Kota Yogya).

Menurut Akhid Widi Rahmanto, stigma Muhammadiyah sekolah mahal itu masih melekat sampai sekarang. Untuk itu, Kepsek yang baru harus kreatif mencari terobosan, misalnya sekolah punya amal usaha ekonomi. "Punya amal usaha kewirausahaan. Hasilnya bisa untuk menambah kesejahteraan guru, karyawan juga untuk menekan biaya sekolah yang dibayar orangtua," ucapnya. 

Diakui, sebenarnya mahal itu relatif. "Bahkan sekolah gratis juga tidak ada bagi sekolah swasta. Sekolah negeri bisa gratis karena dibiayai pemerintah. Sekolah swasta yang biayai orangtua siswa," ucapnya. "Soal biaya Muhammadiyah sudah menekan serendah mungkin. Itu solusi sekolah punya usaha ekonomi," tandasnya.

Sedangkan kepala sekolah baru yang dilantuk, yakni
Hartanto SSos (SD Muhammadiyah Suryowijayan Yogya), Fika Widiana Kuspratiwi SPdJas (SD Muhammadiyah Jogokariyan Yogya), Novia Nuryany SIP MPd (SD Muhammadiyah Karangkajen 2 Yogya), Sri Agustinawati SSos (SD Muhammadiyah Wirobrajan 2 Yogya).(Jay)

BERITA REKOMENDASI