Idealisme Advokat Muda dalam Penegakan Hukum

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Avokat muda memiliki peran penting dalam penegakan hukum di tanah air. Semangat muda yang penuh idealisme sangat diperlukan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam bidang hukum. Dengan banyak lahirnya Advokat muda diharapkan dapat semakin memperkuat hukum di tanah air.

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Dr Ricardo Simanjuntak mengatakan profesi Advokat tidak hanya menyiapkan perkara saja. Namun 80 persen aktivitas advokat yakni bersinggungan dengan lini ekonomi pelaku usaha.

“Stigma jika advokat tidak ada peradilan, tidak ada pekerjaan itu salah besar. Mayoritas Advokat kami di bawah naungan DPN Peradi berkutat mendampingi para pelaku usaha untuk menciptakan good governance dan menjalani proses kepastian hukum sesuai koridor,” jelasnya dalam seminar nasional bertema ‘Peran Advokat Milenial dalam Penedakan Hukum di Indonesia’ yang diglar di Convention Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, Salasa (11/02/2020).

Advokat menurutnya juga tak lepas dari bisnis dan perkara. Yang tidak bisa ditinggalkan, tugas mulia profesi seorang advokat yakni menjalankan misi damai.

“Dalam setiap penanganan perkara, kami berkewajiban mengarahkan klien untuk damai ataupun win-win solution,” ujar Ricardo.

Pengacara kondang James Purba SH MH menambahkan, peran Advokat muda sangat dibutuhkan sebagai regenerasi para Advokat yang telah senior. Dari para Advokat muda inilah nantinya akan lahir pengacara-pengacara kondang yang akan menegakan supremasi hukum di tamah air.

“Yang senior pasti akan pensiun dan diganti anak-anak muda. Regenerasi itu pasti ada, kewajiban yang senior ini bertukar wawasan dan sharing knowledge dengan generasi milenial,” jelasnya.

Ia menambahkan dunia hukum harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Saat ini kesempatan tumbuh luas, namun iklim kompetisi juga semakin tumbuh hebat, apalagi di era serba digitalisasi seperti saat ini.

“Pembangunan hukum yang baik akan berbanding lurus dengan lini ekonomi yang terus melaju positif. Kesadaran tugas seorang advokat, bukan hanya di Indonesia, melainkan mindset global,” katanya.

Sementara iti Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, Dr H Agus M Najib MAg mengatakan peran hukum tak hanya memiliki aspek proteksi saja, tapi juga harus bisa memfasilitasi. Advokat milenial menurutnya merupakan corong penegakan hukum berkeadilan di tanah air.

“Perkembangan dunia global saat ini bergerak cepat, di situ peran Advokat milenial sangat signifikan dan relevan dengan situasi yang ada. Kedepan, para advokat muda bisa menjadi agen penegakan hukum di Indonesia,” kata Agus.

Dalam kesempatan ini Presiden Advokat Muda Indonesia (AMI), Mustofa SH mengatakan generasi milenial harus lebih peka terhadap aspek hukum yang selalu dijumpai di segala aktivitas. Hukum dan keadilan tak hanya sekedar dinikmati kaum bermodal saja.

“Namun semua masyarakat harus dapat merasakan aspek tersebut. Para mahasiswa serta advokat milenial harus bergerak dan membuka pemikirannya untuk melakukan penegakan hukum di Indonesia,” tutur Mustofa SH selaku inisiator seminar nasional ini. (*)

BERITA REKOMENDASI