IGI: Jokowi Jangan Bikin Pendidikan Jadi Tak Menentu

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim, menilai perintah Presiden Jokowi kepada mendikbud Muhadjir Effendy agar merevisi Permendikbud 51 tahun 2018 tentang zonasi sekolah kembali menunjukkan sikap tidak tegas dan tidak jelas Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi harusnya memahami bahwa tujuan mulia sistem zonasi ini adalah menciptakan iklam pendidikan di mana semua sekolah sama baiknya. Sistem ini sudah berjalan selama tiga tahun dan terus mengalami perubahan menuju cita-cita tersebut. “Perintah presiden merevisi justru merupakan sebuah kemunduran terhadap upaya mencapai cita-cita semua sekolah sama baiknya,” katanya dalam keterangnnya kepada media, Jumat (21/6/2019).

Ramli Rahim juga menyinggung tentang pernyataan Gubernur Ganjar Pranowo yang tak setuju sistem zonasi. Menurutnya, keliru jika menganggap bahwa zonasi menghancurkan semangat kompetisi siswa, sebenarnya tidak, yang terjadi justru semangat kompetisi ini akan berubah dari kompetisi antar siswa dalam satu sekolah menjadi kompetisi antar siswa antar sekolah. Kompetisi juga akan terjadi antar kepala sekolah untuk menunjukkan prestasinya, begitu pula dengan gurunya, mereka akan berkompetisi menghasilkan siswa terbaik dengan input yang relatif sama.

“Kami bahkan mengusulkan agar jalur prestasi dihapuskan karena keberadaan jalur prestasi menjadi penghambat upaya menuju ‘semua sekolah sama baiknya’ karena persepsi soal sekolah unggulan masih terus ada. Perintah revisi yang sifatnya  mendadak ini justru menunjukkan bahwa arah pendidikan kita semakin tidak jelas dan tidak punya visi yang terang,” kritiknya. (*)
 

BERITA REKOMENDASI