Indonesia Jadi Adikuasa Setelah Cina, Ini Syaratnya Menurut Mendikbud

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kejayaan peradaban negeri memiliki masa tersendiri dan sudah dibuktikan sejak Turki, Inggris hingga Amerika. Kedepan, Cina diprediksi menjadi negara adikuasa setelah Amerika dengan kebijakan ekonomi yang saat ini diberlakukan. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi mengatakan bahwa ia percaya negara adikuasa setelah peradaban Cina saat ini adalah Indonesia. Hal tersebut menurut dia tersirat sejak negara dirumuskan oleh para Founding Fathers dengan menyematkan Bhinneka Tunggal Ika dan lambang Garuda Pancasila. 

“Istilah Bhinneka Tunggal Ika itu mirip dengan apa yang dimiliki Amerika, begitu pula dengan lambang Garuda yang juga mirip dengan Elang Botak milik Amerika. Artinya kalau benar founding fathers kita dahulu sudah membayangkan Amerika dalam membuat negara maka ada harapan kita menjadi negara super power seperti mereka,” ungkapnya dalam pembukaan Program Penguatan Kapasitas Auditor dan Pengawas Sekolah dengan tema Mempromosikan Toleransi dan Multikulturalisme di Sekolah di P4TK Matematika Kemendikbud Senin (25/3/2019). 

Menurut Mendikbud, Indonesia memiliki modal berharga yakni religiusitas dan multikulturalisme yang menjadi kekuatan dahsyat. “Syaratnya kita harus menjaga toleransi dan kebhinekaan. Toleransi ini ibaratnya semen untuk bisa mengokohkan kebhinekaan kita,” sambungnya. 

Muhadjir pun meminta para auditor dan pengawas dari seluruh Indonesia untuk mampu menanamkan rasa toleransi pada anak-anak didik. Terpenting, anak-anak tak boleh memiliki pemahaman bahwa hanya agama yang diyakini yang benar sementara lainnya tidak. 

“Menurut saya sebetulnya kalau memasukkan suasana toleransi maka kita harus meyakinkan agama yang dianut itu benar, tapi di sisi lain ada orang lain yang meyakini agama yang dianut juga benar. Jadi tidak boleh hanya agamaku yang benar,” ungkapnya lagi. 

Sementara Buya Syafii Maarif yang menjadi pembicara kunci dalam pembukaan menyampaikan bawasanya bibit intoleransi saat ini sedang terjadi di wilayah sekolah di Indonesia seperti virus. Melalui penataran auditor dan pengawas sekolah se-Indonesia ini, Buya berharap benih toleransi bisa digelorakan kembali dari generasi muda Indonesia. 

“Virus (intoleransi) itu sedang menyebar di sekolah bahkan dari SD hingga SMA dan perguruan tinggi. Misalnya saja ada rasa seorang murid yang tak nyaman dengan murid lain yang berbeda agama. Ini kultur yang sudah lepas dari nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika bahwa bangsa ini sebenarnya plural. Harapannya para pengawas ini bisa sampaikan dalam penataran ini agar bisa disebarkan lebih luas lagi bahwa kita punya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Buya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI