Jadwal UN di Daerah Bencana Fleksibel

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad di Jakarta, Kamis (11/10/2018) menjelaskan pelaksanaan ujian nasional (UN) di daerah bencana jadwalnya akan lebih fleksibel. 

Menurut Hamid dengan menggunakan  kurikulum apapun, kalau di kondisi darurat itu bisa dilakukan. Tidak usah dibuat secara khusus, tapi kalau itu usulan bisa saja kami lakukan," tegas Hamid.

"Kurikulum yang berlaku saat ini efektif diterapkan dalam kondisi darurat sekalipun. Kendati begitu tidak menutup kemungkinan usulan pembentukan kurikulum sekolah darurat untuk wilayah terdampak bencana akan dipertimbangkan oleh Kemendikbud",demikian Hamid.

Tanpa dibentuk kurikulum darurat pun, kata Hamid selama ini Kemendikbud telah menerapkan kebijakan khusus untuk sekolah-sekolah di wilayah terdampak bencana. Hal itu misalnya dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN), jadwalnya akan lebih fleksibel tergantung pada kesiapan masing-masing daerah yang terdampak bencana.

"Seperti di Aceh kemarin, pelaksanaan UN itu ya jika sudah siap, tidak mengikuti jadwal yang ditentukan. Jadi ketika mereka tidak bisa belajar dan tidak siap, mereka tidak ikut (UN)," kata Hamid.

Mengenai aktivitas belajar di Kota Palu dan sekitarnya hingga saat ini belum berjalan efektif. Sebab tanggap darurat evakuasi gempa di Kota Palu baru akan dicabut pada tanggal 11 Oktober 2018.

"Otomatis kegiatan belajar mengajar juga belum disarankan dimulai ya. Walaupun hari ini SMPN 13 Palu sudah mulai beraktivitas," kata Hamid. (Ati)

BERITA REKOMENDASI