Jawab Tantangan Jokowi, BRI Luncurkan BRIGUNA Flexi Pendidikan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan usulan 'student loan' itu sebagai salah satu cara pemerintah untuk meningkatan APK perguruan tinggi yang saat ini masih 37% dan solusi engatasi mahasiswa putus kuliah.

Nasir menuturkan, student loan mengingatkanya kembali pada KMI. Paslanya, ia adalah salah satu mahasiswa meerima dana senilai Rp 1,5 juta untuk menyelesaikan tugas akhir. Pada periode tersebut ,nasir menuturkan, banyak yang tidak bayar.

"Saya dulu mendapat program ini. Saya setelah lulus melegalisir ijazah, jadi melamar kerja mengunakan copy-an ijazah tersebut. Pada tahun kedua, saya pikir-pikir baru melunaskan utang tesebut untuk mengambil ijazah. Periode saya ini banyak yang tidak membayar karana sebenarnya jaminan ijazah ini tidak berdampak. Mereka tidak membutuhkan ijazah tapi hanya butuh fotocopy ijazah yang dilegalisir," ungkap  Mohamad Nasir usai cara peluncuran BRIGUNA Flexi Pendidikan. Turut Hadir Direktur Utama Bank BRI Suprajarto, rektor-rektor dari  Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Indonesia.
Di Jakarta, Rabu (21/03/2018)

Menurut Nasir, usulan tersebut positif dan diapresiasi karena memberi peluanng baru untuk meningkatkan APK pendidikan. Namun, hingga saat ini belum ada pembahasan khusus. Pihaknya menunggu arahan dari Menko Perekonomiaan yang menanggani perbankan.

"Kami belum bahas detailnya seperti apa. Masih menunggu skema dari Menko Perekonomian. Tahun ini nggak ada hambatan program ini dapat dijalankan,” ujarnya.

Nasir mengatakan, Kemristekdikti akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja dibutuhkan industri untuk menjalankan program ini sehingga tidak mengalami kredit macet.

Nasir menuturkan, student loan mengingatkanya kembali pada KMI karena termasuk mahasiswa penerima dana senilai Rp 1,5 juta untuk menyelesaikan tugas akhir. Pada periode tersebut, banyak yang tidak bayar.

"Saya dulu mendapat program ini. Saya setelah lulus melegalisir ijazah, jadi melamar kerja mengunakan copy-an ijazah tersebut. Pada tahun kedua, saya pikir-pikir baru melunaskan utang tesebut untuk mengambil ijazah. Periode saya ini banyak yang tidak membayar karana sebenarnya jaminan ijazah ini tidak berdampak. Mereka tidak membutuhkan ijazah tapi hanya butuh fotocopy ijazah yang dilegalisir,” pungkasnya.

Meski demikian, Ia mengaku akan mendukung usulan Presiden Jokowi. Menurut Nasir, usulan tersebut positif dan diapresiasi karena memberi peluanng baru untuk meningkatkan APK pendidikan. Namun, hingga saat ini belum ada pembahasan khusus. Pihaknya menunggu arahan dari Menko Perekonomiaan yang menanggani perbankan.

“Kami belum bahas detailnya seperti apa. Masih menunggu skema dari Menko Perekonomian. Tahun ini nggak ada hambatan program ini dapat dijalankan,” ujarnya.

Direktur Utama Bank BRI Suprajarto menjelaskan fasilitas kredit ini bisa dinikmati mahasiswa S1-S3. Menurutnya, BRIGUNA Flexi Pendidikan merupakan produk pinjaman dengan skema pembiayaan yang dikhususkan untuk mahasiswa S2 dan S3 yang sudah memiliki upah/penghasilan tetap. 

Produk ini, kata Suprjarto memiliki keunggulan dengan adanya fleksibilitas berupa grace periode atau kelonggaran waktu pembayaran, yakni mahasiswa diperbolehkan hanya  membayar bunga berjalan selama masa pendidikan kuliah sedangkan pokok pinjaman dapat dibayarkan setelah  mahasiswa lulus sampai dengan jangka waktu pinjaman berakhir. 

"Dengan skema pembiayaan fleksibel semacam ini BRIGUNA Flexi Pendidikan diharapkan dapat memacu minat masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi tingkat lanjut.  Langkah ini juga merupakan respons  atas instruksi pemerintah mengenai fasilitas pinjaman untuk pendidikan." (Ati)

BERITA REKOMENDASI