Kampus Respon Positif Kartu Indonesia Pintar

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah direspons positif oleh pengelola perguruan tinggi. Karena KIP kuliah merupakan bentuk penguatan program Bidikmisi.

Adapun target dari penerima bantuan ini adalah mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar bisa mengenyam pendidikan tinggi. Untuk sementara kebijakan KIP Kuliah diperuntukkan hanya bagi calon mahasiswa baru di kampus.

“Kami menyambut baik adanya kebijakan soal KIP Kuliah. Karena keberadaan KIP Kuliah ini sangat dibutuhkan mahasiswa yang secara sosial ekonomi kurang mampu. Untuk itu supaya kemanfaatannya bisa dirasakan oleh semua kalangan, alangkah baiknya apabila PTS dan PTN diberikan kesempatan yang sama,” kata Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V, Dr Wegig Pratama.

Baca juga :

Malioboro Naik Kelas
Buruh DIY Bergerak, Tolak Omnibuslaw ‘Cilaka’
Bawa Pedang di Jalanan, Empat Pelajar Diamankan
Tersangka Susur Sungai Digundul Polisi, PGRI DIY Berharap Tidak Ada Bully Kepada Keluarga

Berdasarkan informasi yang ada di Kemendikbud bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang belum memiliki Kartu Pendaftaran KIP Kuliah dibuka tanggal 2 – 31 Maret 2020 pukul 23.59 WIB. Wegig mengungkapkan, supaya nantinya pemerataan dan layanan pendidikan bisa dinikmati oleh mereka yang betul-betul membutuhkan.

Pihaknya berharap kebijakan maupun persyaratan soal KIP Kuliah bisa segera disosialisasikan kepada PT. Dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan bisa segera ditindaklanjuti ke mahasiswa. Karena selama ini ada kecenderungan kuota bidikmisi di PTN lebih banyak dibandingkan dengan PTS.

“Saya berharap nantinya PTN dan PTS diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan KIP Kuliah. Dengan catatan yang bersangkutan bisa memenuhi semua persyaratan yang sudah ditentukan dan mendapatkan persetujuan dari kampus. Apabila hal itu bisa diterapkan dengan baik, selain target yang ditentukan bisa terpenuhi, KIP Kuliah bisa dinikmati oleh mereka yang berhak,” papar Wegig.

Ketua Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (Stimaryo) mengungkapkan, pemerataan kualitas pendidikan menjadi salah satu prioritas dari pemerintah. Oleh karena itu, sebagai pelaksana di lapangan dirinya berharap keberadaan KIP Kuliah dimanfaatkan sebaikbaiknya oleh mereka yang berhak. (Ria)

BERITA TERKAIT