KBS Yogya Berjaya di Ajang ‘Genius Olympiad’ Amerika Serikat

YOGYA, KRJOGJA.com – Kesatuan Bangsa School (KBS) Yogyakarta berjaya di ajang kompetisi 'Genius Olympiad' yang diselenggarakan oleh State Univesity of New York (SUNY) di Oswego, New York Amerika Serikat, Jumat (16/6/2017) lalu. Siswa siswi KBS Yogya berhasil meraih 16 medali dan merupakan perolehan terbanyak, mengalahkan sekolah-sekolah lain dari seluruh dunia. Tak hanya itu, salah satu siswa KBS, Maheswa Hakki Sudiro memperoleh Grand Award karena meraih nilai tertinggi.

Guru Pembimbing Anis Etikasari mengatakan, kompetisi ini terdiri dari dua tahap seleksi, yakni proposal project dan presentasi dihadapan dewan juri. Sebelum berangkat ke AS, para siswa mengirimkan proposal project dan karya tulis ke panitia lomba melalui website Genius Olympiad untuk dinilai. Bidang yang diperlombakan antara lain seni (art), bisnis (business), film pendek (short film), cerita pendek (short story), sains dan musik. "Dari penilaian tahap pertama, ternyata 30 siswa KBS dengan 18 project dinyatakan lolos dan diundang untuk berlomba di AS," terang Anis kepada KRJOGJA.com usai mendarat di Bandara Adisucipto Yogyakarta, Selasa (21/6/2017). Setibanya di bandara, para siswa disambut meriah oleh guru dan orangtua.

Menurut Anis, untuk mendapat hasil optimal, para siswa yang lolos tahap pertama dilatih intensif dan masing-masing project didampingi guru pembimbing. "Akhirnya KBS meraih medali terbanyak dan dinyatakan sebagai juara umum," katanya. Siswa KBS yang memperoleh medali emas yakni Maheswa Hakki Sudiro (art), Sheryn Wavirly Majda Majid dan Aqilla Audriavinski T (business). Kemudian siswa peraih medali perak yakni Aqiela Fadia Haya (creative writing) yang merupakan putri Budayawan Emha Ainun Najib, Sultan Arya M H dan Azka Rajarizqi gunawan (Business), Farrell Adhitama (Art), M Daffa Pradana (Music) serta Aulia Rahman Hakim and M Fauzan Hamid (Short Film). Fauzan Hamid adalah putra dari Guru Besar UII Prof Dr Edy Suandi Hamid.

Sedangkan peraih medali perunggu adalah Fabian Giffari dan Faris Z Jordy Sinuhaji (Business), M Fatkhul Naufal Aziz, Angeli Meilinda dan Wenda Annisatama (Business) serta Prajamukti A T dan M Hariski Aditia (Short Film). Tak hanya itu, sejumlah siswa KBS mendapat penghargaan Honorable Mention atau karya yang baik tapi belum masuk kriteria medali, yakni Arsely Aisyah dan Namira Hilda Papuani (Business), Haya Hilyatul Aulia dan Hana Malvalia Andiya (Business), Thalita Ofira Belani (Music), Linta Rahmatul Ula dan Tisya Rizky Triananda (Short Film) dan Faizah Nurjannah (Art).

Maheswa Hakki Sudiro tak mengira bakal mendapatkan dua penghargaan bergengsi grand award dan medali emas. Maheswa yang memilih bidang seni fotografi mengajukan karya fotonya yaitu sapi-sapi yang makan sampah di TPA Piyungan Bantul disesuaikan dengan tema lomba yakni lingkungan. Foto-foto tersebut dipamerakan dan dinilai oleh para juri. Maheswa pun telah menyiapkan presentasi untuk menjelaskan tentang foto tersebut. "Dibanding bidang lain di kategori art, foto karya saya meraih nilai tertinggi sehingga mendapat grand award," katanya.

Sementara Ayah dari Maheswa Aryo Winoto mendukung penuh anaknya berkompetisi di AS dan bangga dengan prestasi yang diraih Maheswa. Meski biaya akomodasi ke AS ditanggung pihak siswa, namun hal itu bukanlah menjadi masalah. "Bagi saya investasi pendidikan yang harus dikeluarkan saat ini tidak menjadi masalah, demi hari esok Maheswa yang lebih baik," katanya. Mengenai pendampingan yang diberikan, menurut Aryo tidak begitu sulit karena ide-ide justru berasal dari anak. "Kami orangtua dan guru tinggal mensuport saja," katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI